Ladang Kerap Diserang Babi, Petani Banyuasin Lakukan Hal Ini

Salah seorang petani jagung mengevakuasi hama babi yang terkena strum. (Foto-Siryanto/Koransn)

Banyuasin, KoranSN

Guna mengantisipasi serangan babi hutan yang kerap menganggu petani jagung di Kecamatan Sembawa dan Talang Kelapa, para petani memasang setrum dan ribuan jerat hama babi hutan di sepanjang ladang pertanian. Jerat ini untuk menangkap sekaligus mencegah agar hama babi tidak masuk ke ladang-kebun dan merusak tanaman petani.

Demikian dikatakan oleh Imam Petani Jagung di Desa Sungai Rengit Kecamatan Talang Kelapa Banyuasin saat dibincangi, Selasa (14/11/2017) seusai memasang perangkap di kebun jagung miliknya.

Imam mengatakan, hama babi ini diduga telah merusak lebih 50 hektar lahan pertanian jagung dan ketela pohon, serta puluhan hektar di sepanjang Kecamatan Sembawa dan Talang Kelapa.

Imam mengatakan, kerugian yang dialami cukup besar karena serangan hama babi mengganas sejak sebulan terakhir. “Sebagian besar di makan babi, sebagian kecil rusak karena diinjak-injak pada saat melintas,” katanya.

Baca Juga :   KPU Prabumulih Tetapkan 25 Anggota DPRD Terpilih

Akibatnya, ia mengaku merugi sekitar Rp 5 juta, dengan asumsi semua jagung dan ketela pohonnya yang dimakan per hektar. Sedangkan untuk mencegah agar hama babi tidak masuk ke ladang, Imam terpaksa membeli 100 buah jerat babi hutan, seharga Rp 70 ribu perbuah. Jerat yang dikenal dengan istilah lokal lapun itu dipasang di sepanjang sudut dan garis pematang ladang.

Pardi (57), petani Desa Santan Sari Kecamatan Sembawa pun memasang memasang strum di sepanjang kebun jagung yang luasnya mencapai 10 hektar. Seminggu sekali, Supardi bisa mendapat tiga-empat ekor babi hutan terperangkap dalam kawat strum.

Babi-babi hutan itu di buang ke sungai untuk makanan buaya dan yang besar dikubur. “Kalau bae ado orang yang mau makan ku kasih bae gak usah beli,” tutur Pardi.

Baca Juga :   7 Pejabat Banyuasin Hasil Lelang Jabatan Dilantik

Suparno, salah seorang petani mengungkapkan, hama babi memang sangat meresahkan para petani. Selama ini hama babi bukan hanya menyerang tanaman jagung milik petani, tetapi sudah menyerang warga.

Apalagi pada malam hari, sebab hama babi biasanya muncul pada malam hari, malah tak jarang hama babi tersebut sering berkeliaran disekitar pondok petani.

“Kami sangat berterimakasih dengan adanya upaya penyetruman yang dilakukan oleh sebagian besar petani,” ujarnya.

“Harapan kami cara seperti ini bisa terus dilakukan sehingga, hama babi yang ada benar – benar bisa di basmi,” pungkasnya. (sir)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

Herman Deru: Saatnya Kita Berbuat Nyata Untuk Kelestarian Alam

OKUT, KoranSN Gubernur Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), H Herman Deru mengatakan, momentum peringatan Hari Lingkungan …