Lagi, OKI Kirim 20 Ton Beras ke TTI di Jakarta





Syarifudin. (foto-maniso/koransn.com)

Kayuagung, KoranSN

Petani di Kecamatan Lempuing dan Lempuing Jaya Kabupaten OKI boleh berbangga hati lantaran beras hasil sawah mereka kembali disalurkan ke Toko Tani Indonesia (TTI) di Jakarta.

Pengiriman beras merupakan yang ketiga kalinya. Sebelumnya, 8 ton beras dan 10 beras telah dikirim, Senin sore (12/8/2017), lalu 20 ton beras OKI kembali dikirim ke Jakarta dari Desa Tebing Suluh Kecamatan Lempuing.

“Beras Gapoktan tersebut dibeli dengan harga Rp 7.700 perkilo dan ongkos kirim sampai ke Jakarta disubsidi pemerintah melalui kegiatan Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura OKI,” ungkap Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Holtukultira, Syarifuddin SP MSi didampingi Kabid Ketahanan Pangan dan Penyuluhan, Aidil SP saat acara pengiriman beras di Desa Tebing Suluh.

Baca Juga :   Hj Suwarti Lantik 11 Pejabat Pemkab Musi Rawas

Mereka menambahkan, untuk kontrak pada tahun 2017 dengan TTI sebanyak 180 ton. Dijelaskannya, pemasaran beras dari Gapoktan selaku produsen langsung ke pasar tingkat kosumen di ibukota negara bertujuan membantu penstabilan harga. Selain itu, Gapoktan juga dapat menikmati harga layak dan konsumen membeli dengan harga yang lebih murah.

“Karena TTI merupakan toko yang dibina oleh Kementerian Pertanian, kita berharap kedepan Gapoktan OKI dapat melakukan kerjasama dengan seluruh TTI Jabodetabek dan TTI Sumsel,” ucapnya.

Sementara Asisten II Setda OKI, Heri Susanto S Sos MSi mengungkapkan, saat ini OKI selain bisa memprodiksi beras untuk kebutuhan sendiri tapi juga telah menyuplai daerah lain.

“Hal ini merupakan hasil kerja keras dan kerja sama petani, penyuluh, uptd dan dinas. Untuk itu terus digiatkan,” ungkap Heri.

Baca Juga :   Implementasi Pelayanan Kesehatan Berbasis Protokol Kesehatan Pasca Covid-19

Sambungnya, para petani dan instansi terkait juga harus menjaga kualitas beras- beras mereka. Sehingga beras yang dikirin benar- benar dinikmati dan bisa dikenal luas oleh masyarakat ibu kota. “Kita harapkan juga agar masyarakat jalan beralih fungsi lahan dari pertanian menjadi ruko atau kebun sawit,” pintanya.

Sementara salah satu petani mengungkapkan, beras yang dikirimkan merupakan hasil panen IP 100 pada penanaman tahun 2016 dan panen awal tahun 2017 lalu. (iso)

Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Bahas Persiapan Pemilu 2024, KPU Temui Komisi I DPRD Lubuklinggau

Lubuklinggau, KoranSN Menghadapi Pemilu dan pemilihan serentak 2024, Komisoner KPU Kota Lubuklinggau audensi bersama Komisi …