Laporan Irena-ESDM Paparkan Potensi Pemanfaatan Energi Terbarukan





Foto udara pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (27/9/2022). (Foto-Antara)

Jakarta, KoranSN

Laporan bersama The International Renewable Energy Agency (Irena) dan Kementerian ESDM memaparkan biaya pemanfaatan energi terbarukan di Indonesia akan lebih hemat dibandingkan tetap bergantung bahan bakar fosil.

Dengan populasi Indonesia yang diproyeksikan mencapai 335 juta orang selama tiga dekade mendatang, permintaan listrik diperkirakan bertumbuh lima kali lipat menjadi lebih dari 1.700 terawatt jam (TWh) dari tingkat saat ini.

Baca Juga :   Investor Cina Jajaki Pembangunan PLTMb di Mukomuko

“Untuk memenuhi permintaan itu, diperlukan peningkatan sumber daya utama yang terbarukan seperti surya, bioenergi, dan panas bumi,” ucap Direktur Jenderal Irena Francesco La Camera dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu (22/10/2022).

Menurut laporan tersebut, selama periode hingga 2050 dalam skenario rencana energi, Indonesia akan membelanjakan 10,7 triliun dolar AS untuk sistem energi. Jika skenario rencana energi 1,5 derajat (1,5-S) digunakan, Indonesia hanya bakal menghabiskan 10,1-10,3 triliun dolar AS.

Artinya, ada penghematan 400-600 miliar dolar AS seandainya Indonesia merencanakan sistem energi di jalur 1,5 derajat. HALAMAN SELANJUTNYA>>

Baca Juga :   Makan Malam Romantis di The 1O1





Publisher : Apriandi

Lihat Juga

Berbagi Kebahagiaan dengan Anak-anak Penyintas Gempa Cianjur, Pegawai PLN Mengajar di Sekolah Darurat

Cianjur, KoranSN PT PLN (Persero) melaksanakan Program PLN Mengajar di sekolah dasar yang bangunannya rubuh …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!