Leher Chika Dijerat Pakai Seprai Hingga Tewas di Salon Kiki Maskarebet



Peran pengganti saat memperagakan menjerat leher Chika menggunakan seprai. (Foto-Dedy/Korannsn)

Palembang, KoranSN

Dalam rekonstruksi kasus pembunuhan Aldi alias Chika (25), seorang Waria di dalam Salon Kiki Jalan KH Ahmad Dahlan Kelurahan Talang Kelapa Maskarebet Kecamatan Alang Alang Lebar Palembang. Terungkap, selain kepala korban dipukul dengan tabung gas LPG 3 Kg, leher korban juga dijerat pakai seprai hingga Chika tewas di lokasi kejadian.

Diketahui dalam rekonstruksi kasus pembunuhan korban yang digelar Polsek Sukarami di TKP. Tersangka Hadian (19), warga Desa Perambahan Baru RT 5 Kecamatan Banyuasin l Kabupaten Banyuasin, menolak memperagakan adegan rekonstruksi. Meskipun demikian polisi masih melakukan rekonstruksi dimana adegan rekonstruksi diperankan oleh peran pengganti yakni, anggota kepolisian Polsek Sukarami.

Pada rekonstruksi yang digelar sebanyak 44 adegan, terlihat jika pembunuhan korban dilakukan tersangka, karena tersangka tidak mau diraba-raba oleh korban.

Kejadian ini bermula saat tersangka Hadian dengan menumpangi sepeda motor temannya datang ke Salon Kiki untuk memotong rambut. Kemudian rekan tersangka pergi usai mengantarkan tersangka, lalu tersangka masuk ke dalam salon menemui Chika yang saat itu sedang memotong rambut konsumennya.

Setelah di dalam salon, Chika meminta tersangka membelikan nasi ayam di salah satu rumah makan yang berada tak jauh dari Salon Kiki. Usai membeli nasi kemudian tersangka kembali ke salon, yang saat itu konsumen yang tadinya memotong rambut telah pergi. Sehingga saat itu hanya ada korban dan tersangka di dalam salon dan keduanya makan bersama dibangku yang ada di dalam salon.

Dikarenakan rolling door salon masih terbuka hingga disaat keduanya makan nasi bersama dilihat oleh dua warga yakni, saksi Tuti dan Ria yang saat itu keduanya mengendarai sepeda motor dengan pelan melintas di depan salon.

Baca Juga :   Pemutilasi Karoman Lebih dari Satu Pelaku

Sesuai makan bersama, barulah korban mengajak memotong rambut tersangka. Namun, ketika tersangka duduk di kursi, korban meraba tubuh tersangka hingga membuat tersangka marah dan memegang tangan korban. Lalu tersangka berdiri untuk menjauh dari korban.

Akan tetapi disaat tersangka berdiri, korban memeluk dari arah belakang hingga tersangka menepiskan rangkulan tangan korban. Melihat hal itu, kemudian korban menarik tangan tersangka dan membawanya ke kamar creambath yang ada di salon tersebut.

Ketika di dalam kamar, korban kembali memeluk dari belakang hingga membuat tersangka mendorongkan korban, lalu tersangka berlari keluar kamar.

Setiba di pintu luar kamar tersebut, tersangka melihat tabung gas LPG di dapur salon, lalu tersangka langsung mengambilnya kemudian membawa tabung gas tersebut ke ruangan depan, tempat pemotongan rambut. Diwaktu bersamaan, korban kembali mendekati hingga membuat tersangka nekat memukulkan tabung gas tersebut sebanyak satu kali ke kepala korban. Akibatnya, korban jatuh ke lantai dengan kondisi kepala pecah.

Setelah itu, tersangka mengambil seprai di kamar salon dan menjeratkan ke leher korban sambil menekan wajah korban hingga korban tewas. Lalu tersangka menutup rolling door salon.

Tak lama kemudian melintas saksi Usman Efendi yang merupakan penjaga malam. Ketika itu Usman curiga karena lampu di dalam salon masih hidup kemudian rolling door tidak tertutup rapat. Hingga akhirnya, saksi mengintip dari celah rolling door dan saat itulah Usman melihat korban tergeletak sedangkan tersangka berdiri.

Baca Juga :   Pangkalan Jual Elpiji 3 Kg di Atas HET Dibongkar Polisi

“Saat saya mengintip, korban sedang tergeletak di lantai dan tersangka berdiri. Tapi, malam itu saya tidak tahu kalau korban itu dibunuh. Tak lama kemudian saya pergi. Pagi harinya, saat warga ramai berdatangan, saat itulah saya mengetahui korban sudah meninggal dunia dengan kondisi tergeletak di lantai dengan posisi sama seperti yang saya lihat malam itu,” ujarnya.

Usai Usman memberikan keterangan dan memperagakan adegan, rekontruksi kembali dilanjutkan. Kali ini adegan saat tersangka kabur meninggalkan Salon Kiki melalui pintu depan. Kemudian tersangka menutup rapat rolling door dan berjalan menuju jalan raya.

Disaat berjalan kaki, tersangka berhenti di tiang listrik yang berada di dekat Salon Kiki. Lalu tersangka membersihkan darah korban yang menempel ditangannya dengan mengusapkan ke tiang listrik.

Kanit Reskrim Polsek Sukarami, Iptu Marwan menegaskan, tersangka Hadian ditangkap tanggal 24 Januari 2018 lalu di kediaman tersangka.

Diungkapkan Kanit, terkait tersangka menolak melakukan adegan rokonstruksi, itu merupakan hak tersangka dan pengacara tersangka.

“Termasuk mereka akan melakukan praperadilan. Itu hak mereka, yang jelas kami memiliki bukti dan keterangan saksi jika tersangka telah membunuh korban dengan memukulkan tabung gas LPG ke kepala korban,” tegas Kanit.

Lanjutnya, selain memiliki bukti, saat baru tertangkap dan dilakukan pra rekonstruksi, tersangka mengakui telah membunuh korban.

“Hanya saja, saat akan dilakukan rekonstruksi, tersangka dan pengacaranya menolak. Itu hak mereka, makanya kami masih melakukan rekonstruksi ini dengan 44 adegan yang diperagakan oleh peran pengganti,” pungkasnya. (ded)







Publisher : Apriandi

Lihat Juga

KPK Tetapkan 21 Tersangka Korupsi Dana Hibah Pokmas Jawa Timur

Jakarta, KoranSN Tim Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan 21 tersangka dalam pengembangan penyidikan dugaan …

    error: Content is protected !!