Lima Kali KPK Periksa Yan Anton Sebagai Tersangka

8g1hetnp
ILUSTRASI-FOTO/NET

Palembang, KoranSN

Hingga saat ini, sudah lima kali penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Bupati Banyuasin, Yan Anton Ferdian, dengan status tersangka. Demikian dikatakan Pelaksana Harian (Plh) Kepala Biro Humas KPK, Yuyuk Andriati, kemarin.

Menurut Yuyuk, kelima kali pemeriksaan Yan Anton Ferdian tersebut dilakukan setelah Yan Anton tertangkap dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) dugaan kasus suap proses perencanaan, penganggaran, dan pelaksanaan proyek pengadaan barang dan jasa di dinas pendidikan dan dinas-dinas lainnya di lingkungan Pemkab Banyuasin.

“Jadi, dalam dugaan kasus ini, penyidik KPK telah memeriksa Yan Anton Ferdian sebanyak lima kali dengan status tersangkanya. Kalau untuk pemeriksaan, Jumat kemarin (28/10/2016) Yan Anton Ferdian hendak  diperiksa menjadi saksi tersangka ‘RUS’ (Kasubag Rumah Tangga Bagian Umum Sekretariat Daerah Banyuasin) tapi yang bersangkutan  tidak hadir karena sedang sakit,” tutupnya.

Diketahui sebelumnya, untuk mengungkap dugaan kasus ini, Yuyuk Andriati sebelumnya telah mengungkapkan, jika penyidik KPK, Jumat (28/10/2016) memeriksa Ketua DPRD Banyuasin, Agus Salam untuk menjadi saksi OTT Bupati Banyuasin.

Menurut Yuyuk, pemeriksan Agus Salam dilakukan dikarenakan satu hari sebelumnya, Kamis (27/10/2016) yang bersangkutan tidak menghadiri panggilan penyidik KPK.”Kamis kemarin (27/10/2016) Ketua DPRD Banyuasin, Agus Salam diperiksa tapi gak hadir. Sehingga dijadwal ulang hari Jumat (28/10/2016) dan dia (Agus Salam) hadir dalam pemeriksaan,” kata Yuyuk.

Selain Ketua DPR Banyuasin, lanjut Yuyuk, penyidik KPK juga memeriksa tersangka Yan Anton Ferdian, Kepala Dinas Pariwisata (Eks Kadis Pendidikan) Banyuasin, Mekri Bakri, Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemkab Banyuasin, Umar Usman serta pihak wiraswasta dari PT Turisina Buana, M Firman Taufik Prawiradilaga.

Baca Juga :   Empat Mobil Mewah Telah Disita KPK

“Dari para saksi tersebut Yan Anton Ferdian nggak hadir, karena sedang sakit,” ungkap Yuyuk baru-baru ini.Diberitakan sebelumnya, Kamis 20 Oktober 2016 penyidik KPK juga memeriksa Sekda Kabupaten Banyuasin, Firmansyah. Selain Sekda di hari tersebut KPK pun memeriksa PNS PU Cipta Karya Banyuasin, Harry Kusuma alias Ayik, Jusmanto (pihak Swasta) serta Kasi Pembangunan Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Bidang Program dan Pembangunan Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin, ‘STY (tersangka dalam perkara ini).

Kemudian Jumat 21 Oktober 2016 KPK juga memeriksa, Partini (pihak swasta) dan Kasubag Rumah Tangga Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Banyuasin, ‘RUS’ (tersangka dalam perkara ini).Bahkan dalam dugaan kasus ini sejumlah kepala dinas di Pemkab Banyuasin juga telah diperiksa KPK, mereka diantaranya; Kepala Dinas PU Cipta Karya Banyuasin, Noor Yosept Zaath yang diperiksa Rabu 5 Oktober 2016.

Kemudian, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Banyuasin, Ria Apriani yang diperiksa KPK Kamis 13 Oktober 2016 serta Kepala Dinas Kesehatan Banyuasin, Dr H Masagus M Hakim, dan Kepala Dinas PU Bina Marga Banyuasin, Ir Abi Hasan yang keduanya diperiksa KPK, Selasa 18 Oktober 2016.

Baca Juga :   Siap Kerjasama Menuju Banyuasin Lebih Baik

Pemeriksaan para saksi yang dilakukan penyidik di Gedung KPK Jakarta tersebut merupakan pemeriksaan lanjutan dari 30 saksi yang sebelumnya telah diperiksa KPK di Polda Sumsel, yang diantaranya; Wakil Bupati (Wabup) Banyuasin, SA Supriyono, Sekda Pemkab Banyuasin, Firmansyah dan Kepala Bagian (Kabag) Humas Protokol Pemkab Banyuasin, Robi Sandes.

Sekedar informasi, dugaan kasus ini terungkap setelah Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK terhadap Bupati Banyuasin Yan Anton Ferdian, Minggu 4 September 2016 di rumah dinas Bupati Banyuasin. Dalam OTT tersebut KPK juga mengamankan barang bukti uang Rp 299,8 juta dan uang Dolar Amerika senilai 11.200 USD.

Usai dilakukan OTT, KPK menetapkan Bupati Yan Anton Ferdian sebagai tersangka. Selain Yan Anton, dalam perkara ini KPK juga telah menetapkan lima tersangka lainnya, mereka yakni; ‘UU’ (Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin), ‘STY’ (Kasi Pembangunan Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Bidang Program dan Pembangunan Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin), ‘RUS’ (Kasubag Rumah Tangga Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Banyuasin), ‘ZM’ (Direktur CV PP), serta ‘K’ (pihak swasta). (ded)

Publisher : Alwin

Avatar

Lihat Juga

Hutang Narkoba Motif Pembunuhan Azhar

Palembang, KoranSN Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Anom Setyadji, Rabu (12/8/2020) mengungkapkan, adapun motif pembunuhan korban …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.