Lima Pria di PALI Ikuti Progam KB





Para peserta ketika ikut Program KB.(foto-anas/koransn)

PALI, KoranSN

Metode Operasi Wanita (MOW) dan Metode Operasi Pria (MOP) atau vasektomi kembali digelar Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), kemarin di RSUD Talang Ubi.

Sedikitnya 25 ibu-ibu Pasangan Usia Subur (PUS) dan 5 pria ikuti program KB tersebut, dimana kegiatan tersebut memang dilaksanakan rutin setiap tahun.

Dikatakan Yenni Nopriani, Kepala DPPKBPPPA PALI bahwa kegiatan tersebut merupakan upaya pemerintah dalam mensukseskan program KB dalam menekan pertumbuhan penduduk.

“Alhamdulillah antusias masyarakat cukup tinggi, ada 25 wanita dan 5 pria ikut dalam kegiatan itu,” ungkap Yenni.
Hanya saja untuk MOP, diakui Yenni masih banyak warga terutama kaum pria masih ragu untuk ikuti program KB metode mantap atau vasektomi.

Baca Juga :   KPU Muratara Kukuhkan 55 Orang Relasi untuk Pemilu 2019

Ditambahkannya, bahwa banyak masyarakat yang salah paham antara kebiri dengan MOP, dimana kebiri adalah pengangkatan testis, sementara MOP dilakukan dengan membuat satu atau dua sayatan kecil pada kulit scrotum (kantung buah zakar), kemudian saluran keluarnya diikat sehingga ketika keluar tidak mengandung sperma lagi.

Dengan MOP lanjutnya, produksi hormon testoteron pria tetap berjalan seperti biasa. Sementara kebiri membuat laki-laki tidak bisa memproduksi sperma lagi.

“Jangan takut, MOP bukan kebiri dan ini tidak perlu dikhawatirkan menimbulkan impotensi, semua fungsi kejantanan laki-laki masih normal dengan metode MOP saluran benih tertutup, sehingga tidak dapat menyalurkan sperma,” terang Yenni.

Baca Juga :   9 Negara Pastikan Ikuti Triboatton di Empat Lawang

Sementara itu, Adam (32) salahsatu peserta MOP asal Tempirai Kecamatan Penukal Utara menyebutkan bahwa dirinya tergerak ikuti program KB metode mantap atau vasektomi karena saat ini dirinya telah dikaruniai enam orang anak.

“Saya kasihan dengan istri saya, ketika memakai alat kontrasepsi belum ada yang cocok. Untuk itulah saya bertanya pada penguluh lapangan manfaat MOP dan resikonya. Setelah dijelaskan penyuluh bahwa minim resiko, membulatkan saya untuk ikut MOP,” katanya. (ans)

Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

IPA Bersih di Jejawi Siap Layani 500 Pelanggan PDAM Baru

Kayuagung, KoranSN Pemkab OKI bersama Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sumsel Ditjen Cipta Karya kian memperluas …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.