London, Kota Wisata yang Tak Pernah Mati









(foto-istimewah)

KOTA London selalu mengesankan buatku. Kunjunganku kali ini ke Kota London karena diundang untuk memberi ceramah kerja ilmiah. Di sela kerjaku yang padat aku tetap berusaha menikmati kota wisata internasional, sambil menyalurkan hobi fotografiku.

Warga kota ini sangat menghargai pendidikan, titel seseorang, dan penampilan personal. Jadi bagi anda yang punya kepentingan pekerjaan dapat menyesuikan kondisi ini.

Untuk akitivitas setiap hari dan berkunjung ke banyak tempat aku selalu naik kereta api bawah tanah, lalu dilanjutkan jalan kaki ke conferwntie ikut ke Britis Museum di pusat kota untuk melihat pertunjukan Egipte.

Tak lupa saya naik kincir angin di Tahames serta melihat Buckingham Palace, yang merupakan pertunjukan yang harus dilihat kalau ke London. Kita dapat naik taksi klasik dari London. Bila tertarik dapat juga mencoba taksi mercedes benz yang mewah.

Baca Juga :   Pemkab Banjarnegara Intensifkan Pengembangan Dataran Tinggi Dieng
(foto-istimewah)

Untuk anda yang selalu makan di luar, harga makanan dan minuman lumayan mahal, tak jauh beda harganya dengan Jakarta.

Dapat juga ditemui hidangan dan makanan khas di pinggir jalan yang sangat bersih dan tentunya bercitarasa internasional. Semua makanan terjangkau untuk dompet orang Indonesia.

Kota London merupakan kota metropolitan yang tidak pernah istirahat. Berkunjung ke kota ini dapat via pelabuhan laut di Tilbury, yang berjarak kira-kira 40 km timur London. Untuk mencapai London dari pelabuhan ini. Kita harus mencari stasiun kereta api terdekat yang berjarak kira-kira 1,5 km yaitu stasiun Tilbury Town. Dengan 10 Euro, kita akan mendapatkan tiket untuk bepergian sehari. Bisa untuk pindah-pindah kereta dan termasuk bisa dipakai untuk bus kota.

Baca Juga :   Pemkot Jakpus Segera Sosialisasikan Wisata Urban Cikini ke Agen Wisata
(foto-istimewah)

Perjalanan ini akan memakan waktu 35 menit untuk sampai di Stadiun Liverpool Street. Karena ini bukanlah kereta antar negara yang nonstop. Kereta ini berhenti di enam stasiun transit. Sampai akhirnya tiba di Stasiun yang super sibuk, Liverpool Street yang melayani kereta dari segala jurusan.

Stasiun Liverpool Street dibuka untuk lalu lintas kereta sejak 1874 atau sekitar seratus lima puluh tahun yang lalu. Liverpool Street memiliki 18 flatform. Stasiun ini adalah satu dari stasiun kereta tersibuk di Kerajaan Ingris yang dikunjungi 123 juta orang setahunnya. (traveling Gerardus J seperti dituturkan kepada Agus Harizal Alwie Tjikmat-sudah diterbitkan di HARIAN UMUM SUARA NUSANTARA edisi Jumat 11 Februari 2011)











Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Pemprov Riau Tawarkan 12 Destinasi Wisata Pada Libur Lebaran 2024

Pekanbaru, KoranSN Dinas Pariwisata Provinsi Riau menawarkan 12 destinasi wisata berupa wisata alam, budaya, sejarah …

error: Content is protected !!