Macet Akibat Hujan Jadi Pemandangan Biasa di Palembang



Kemacetan terjadi ditengah genangan air yang berada di salah satu jalan protokol Kota Palembang. (foto-reigan/koransn.com)

Palembang, KoranSN 
Kemacetan di ruas jalan-jalan protokol di Kota Palembang akibat hujan mengguyur kota pempek, meskipun tak berlangsung lama, hingga mengakibatkan genangan. Dimana, semua itu sudah menjadi pemandangan yang tak lazim, melainkan hal yang biasa terjadi.

Meskipun hujan dengan intensitas sedang yang mengguyur Kota Palembang tidak berlangsung lama, tidak bisa dipungkiri mengakibatkan terjadi genangan air di sejumlah titik.

Dari pantauan Suara Nusantara, Selasa sore (7/11/2017), persimpangan lampu merah dari Jalan Ahmad Yani dan Jalan Gub H Bastari menuju Jembatan Ampera, di ruas Jalan Mayjen HM Ryacudu kemacetan diperkirakan mencapai satu kilometer.

Keadaan ini diperparah dengan kendaraan roda dua maupun roda empat yang harus melintasi jalanan yang tergenang air. Selain itu, tidak sedikit juga pengendara harus melintas dengan berhati-hati, lantaran takut masuk ke dalam lubang yang berada di tengah jalan sehingga menyebabkan sepeda motor menjadi mogok.

“Di kawasan ini sudah biasa terjadi genangan banjir, meskipun hujannya hanya sebentar. Jadi, jalan yang macet pun pasti tak terelakkan dari bawah Jembatan Ampera menuju kawasan Sudirman,” ungkap Rudi, salah seorang tukang becak di kawasan 7 Ulu Palembang, tepatnya di depan salah satu kampus swasta di wilayah tersebut.

Sama halnya dengan Reza, pengendara yang melintas menambahkan, selain melambat lajur motornya, dirinya juga harus berhati-hati lantaran menghindari lobang dan ciptaratan air dari kendaraan lainnya.
Selain itu, akibat kendaraan yang padat dan ditambah berkendara di tengah genangan air, sepatu basah pun jadi tak terelakan lagi.

“Mau tidak mau harus melintasi jalan ini, karena kalau lewat Jalan Musi II, selain jaraknya yang cukup jauh, kawasan di Jalan Soekarno Hatta juga pasti lebih parah banjirnya,” jelasnya.
Terpisah Camat SU I, Ahmad Novran menuturkan, di kawasan Jalan Mayjen HM Ryacudu sebenarnya sudah ada pompa air untuk mengalirkan genangan ke saluran yang disediakan oleh pihak PT Waskita. Lantaran di kawasan tersebut ada pengerjaan LRT. Namun, beberapa waktu lalu, pompa tersebut hilang digondol maling.

Baca Juga :   Usai Safari Subuh, Harnojoyo Serahkan JKM BPKS Kepada Warga di Tangga Buntung

“Nanti, apabila pembangunan sudah rampung semuanya di kawasan tersebut, kita usahakan tidak ada lagi genangan air. Kita juga menghimbau kepada pihak kelurahan maupun RT agar mengingatkan warga untuk menjaga lingkungan, agar saluran air bisa mengalir seperti biasanya, hingga tidak menimbulkan banjir,” ujarnya.

Sementara, Kepala Dinas Pekerjaan Umun dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Palembang, Ir Syaiful mengatakan, sementara ini untuk mengatasi genangan air di beberapa titik Kota Palembang, pihaknya sudah menyiapkan beberapa bendungan dan upaya pelebaran darinase.

Namun, khusus di wilayah kawasan seberang ulu, ia melanjutkan, pihaknya sudah menghimbau kepada warga setempat agar aktif menggerakan gotong-royong sesuai intruksi dari Walikota.
“Kita berupaya untuk membersihkan draenase agar air bisa mengalir, dengan mengajak warga aktif gotong royong setiap minggunya melalui pihak Kecamatan maupun kelurahan,” katanya. (rgn)



Publisher : Imam Ndn

Lihat Juga

Siapkan Renstra Tahun 2025-2029, Kemenkumham Sumsel-DJKI Himpun Aspirasi Publik

Palembang, KoranSN Kanwil Kemenkumham Sumsel bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual menggelar Penghimpunan Aspirasi Publik …

error: Content is protected !!