Mahasiswa dan Pelajar Pagaralam Kecam Sikap Donald Trump





LONG MARCH – Ratusan mahasiswa dan pelajar Kota Pagaralam melakukan kegiatan long march di Depan Masjid Agung, pasar Dempo Permai dan simpang Tiga Jam Gadang. (Foto-Asnadi/Koransn)

Pagaralam, KoranSN

Ratusan mahasiswa dan pelajara di Kota Pagaralam turun ke jalan menolak klaim Jerusalem ibu Kota Negara Israel.
Mahasiswa tersebut juga mengecam Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang membuat pernyataan Jerusalem jadi ibu Kota Israel tersebut.

Koordinator lapangan aksi Adit mengatakan, bahwa pihaknya mewakili pemuda di Kota Pagaralam mendeklarasikan menolak pernyataan Donal Trump tersebut. Bahkan, pihaknya membuat tulisan darah Donald Trump halal karena telah mengakui Jerusalem sebagai ibu Kota Israel.

Baca Juga :   PAN Jadi Pemenang Pemilu 2024 di PALI

“Kami mengecam Donald Trump yang telah mengakui Jerusalem sebagai ibu Kota Israel. Padahal, itu ibu kota Palestina. Maka itulah kita turun ke jalan, menolak keputusan Trump tersebut,” kata dia.

Adit menuturkan, hal itu merupakan bentuk solidaritas ummat Islam yang mendukung Palestina terbebas dari ancaman Israel. Pihaknya juga melakukan penggalangan dana yang akan diperbantukan bagi Palestina.

“Kita umat Islam di Kota Pagaralam harus bersatu. Begitupun di kabupaten dan kota lainnya di Sumsel, juga menyuarakan hal yang sama, menolak Jerusalem sebagai ibu Kota Israel,” tutur dia.

Baca Juga :   Revana Syahputri, Juara III Putri Cilik PALI Yang Bercita-cita Menjadi Pramugari

Sementara itu, Ustad Supian Hadi S Ag M PdI mengungkapkan, bahwa pihaknya juga melakukan doa bersama mendoakan saudara muslim di Palestina.

“Selain penggalangan dana, kami juga mendoakan warga Palestina yang di ancam Israel. Kami harap ini bisa berakhir, dan Palestina bisa merdeka dari Israel,” ungkapnya.

Sambung Supian, gerakan yang sama juga di suarakan ummat muslim dunia. Sehingga Donald Trump, Israel dan pendukungnya bisa mendengar dan menunjukkan kekuatan umat Islam.

“Inilah persatuan umat Islam, yang menolak saudara se iman di aniaya kaum Yahudi. Apa yang dilakukan mereka sungguh keji, maka kita menolaknya, menunjukkan persatuan umat, dibawah bendera Islam, naungan Allat SWT agar mereka tahu dan tidak lagi menindas Palestina,” ujar dia. (asn)







Publisher : Apriandi

Lihat Juga

62 Guru dari 7 Sekolah di PALI Dibekali Ilmu, Persiapkan Diri Menuju Sekolah Rujukan Google

Palembang, KoranSN Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) melalui Dinas …

error: Content is protected !!