Mahasiswa Polsri yang Tewas Sempat Sebut Dirinya Helen

Haris Fuady semasa hidup. (foto-ist)

Palembang KoranSN

Kapolsek Gandus, AKP Aidil Fitriansyah, Minggu (3/12/2017) mengungkapkan, dari enam saksi yang telah diperiksa terkait tewasnya mahasiswa Politeknik Negeri Sriwijaya, Haris Fuady yang meninggal dunia saat mengikuti kegiatan Pendidikan dan Latihan Dasar Mahasiswa Pecinta Alam di kawasan Mekarsari Kelurahan Pulokerto Gandus Palembang. Para saksi mengungkapkan, jika saat kejadian diduga korban kerasukan dan sempat menyebut dirinya sendiri dengan nama Helen.

Menurut Kapolsek, enam saksi yang diperiksa tersebut merupakan rekan korban sesama mahasiswa dan mahasiswa senior yang tak lain pelatih Pendidikan dan Latihan Dasar Himpunan Mahasiswa Pecinta Alam Politeknik Negeri Sriwijaya.

“Keenam saksi ini kita periksa secara terpisah di ruang penyidik. Dalam pemeriksaan, keenam saksi semuanya mengutarakan jika saat kejadian korban sedang berjalan kemudian tiba-tiba korban terjatuh dan pingsan. Melihat hal itu, lalu saksi memberikan air minum guna menyadarkan korban. Disaat rekan korban memanggil nama korban untuk membuat korban sadar, ketika itulah korban menyebut jika namanya adalah Helen bukan Haris. Selain itu, korban juga mengutarakan jika ia anak kecil hingga tidak bisa mengikuti kegiatan tersebut,” ungkapnya.

Baca Juga :   Pengedar Narkoba Jaringan PALI Ditangkap BNNK Prabumulih

Masih dikatakan Kapolsek, dikarenakan lokasi jauh dari pemukiman warga sehingga membuat rekan-rekan korban termasuk mahasiswa senior yang melatih korban kebingungan. Hingga akhirnya rekan-rekan korban berusaha menolong korban yang diduga sedang kerasukan dengan membawa ke rumah salah satu ustad, yang ada di kawasan Gandus.

“Namun sayangnya, nyawa Almarhum tidak tertolong dan korban meninggal dunia. Usai mendapati laporan, polisi datang kemudian mengevakuasi jenazah korban untuk divisum, selanjutnya jenazah Almarhum dibawa pihak keluarga ke rumah duka untuk dimakamkan,” teranya.

Baca Juga :   Spesialis Curanmor Ditangkap Usai Diunggah ke You Tube

Masih diungkapkan Kapolsek, dari pemeriksaan saksi-saksi juga diketahui jika kegiatan tersebut dilakukan selama tiga hari dan telah memiliki izin dari pihak Politeknik Negeri Sriwijaya.

“Jadi, korban meninggal dunia, diduga karena kerasukan. Meskipun demikian itu kan baru dugaan dan kami masih terus melakukan penyelidikannya,” pungkas Kapolsek. (ded)



Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

JPU Tuntut Tiga Terdakwa Pidana Pemilu Enam Bulan Penjara

Aceh, KoranSN Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Bireuen, Provinsi Aceh menuntut tiga terdakwa tindak …

error: Content is protected !!