Mahasiswi Asal Lahat Ditemukan Tewas di Planet Cafe Palembang





Jenazah korban Sindi Sandora saat tiba di RS Bhayangkara Palembang tampak Pihak kepolisian Polsek IT II saat melakukan olah TKP di Planet Cafe. (Foto-Dedy/KoranSN)

Palembang, KoranSN

Sindi Sandora (19), warga Desa Bandu Agung Kecamatan Muara Payang Kabupaten Lahat, yang merupakan mahasiswi di salah satu perguruan tinggi swasta di Palembang, Kamis (12/12/2018) pukul 11.00 WIB ditemukan tewas di ruang karaoke Planet Cafe di Jalan M Isa Kelurahan Duku Kecamatan IT III Palembang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, selain mahasiswi keseharian korban juga bekerja sebagai waitress di Planet Cafe tersebut. Korban ditemukan tewas di atas sofa ruangan karaoke dengan mulut berbusa.

Pihak kepolisian Polsek IT II yang mendapatkan informasi penemuan jenazah korban langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP, dan memeriksa sejumlah saksi. Sementara jenazah korban dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Alia (19), teman dekat korban mengatakan, jika dirinya dan korban berasal dari satu daerah, yakni di Desa Bandu Agung Muara Payang Lahat. Dirinya mengetahui kabar duka korban meninggal dunia setelah ditelphon oleh teman kerja korban di Planet Cafe.

“Sindi ini mahasiswi di Palembang, kalau siang hari korban kuliah lalu malam harinya korban berkerja di Planet Cafe. Kalau saya tidak kerja di cefe ini, hanya teman satu daerah yang sama-sama merantau ke Palembang ini,” katanya berlinangan air mata.

Baca Juga :   Kejati Belum Panggil Saksi Lagi Dugaan Korupsi Pembangunan Masjid Sriwijaya

Menurutnya, ia terakhir berkomunikasi dengan korban dua hari yang lalu melalui handphone. Dimana saat itu dirinya menanyakan kabar keadaan korban sekaligus hendak mengambil baju miliknya yang tertinggal di kosan korban.

“Kosan kami tidak sama, kalau saya ngkos di kawasan Naskah sementara korban ngekos di kawasan Jalan M Isa. Dikarenakan beberapa hari ini saya sibuk, sehingga saya tidak sempat mengambil baju yang tertinggal di kosan korban. Lalu tiba-tiba tadi siang teman kerja korban menelpon dan menyampaikan jika korban ditemukan meninggal dunia di cafe. Dari itulah saya langsung datang ke lokasi ini,” jelas Alia.

Acun (35) pemilik Planet Cafe mengatakan, korban Sindi Sandora memang pegawainya yang bekerja sebagai waitress. Dirinya mengetahui korban ditemukan tewas setelah ditelpon oleh pegawai office boy yang berada di cafe miliknya.

“Sekitar pukul 11.00 WIB saya dapat kabar korban telah meninggal dunia, kemudian saya langsung melapor ke Polsek IT II Palembang. Sementara untuk penyebabnya korban meninggal dunia karena apa, itu saya tidak tahu. Namun yang saya dengar saat ditemukan mulut korban mengelurakan busa,” ungkapnya.

Baca Juga :   KPK Panggil Lagi Dirut PT PAL Saksi Kasus PT DI

Masih dikatakan Acun, para pegawainya memang sering tidur di cafe usai cafe tersebut tutup sekitar pukul 02.00 dini hari.

“Pegawai saya memang sering tidur di cafe. Hal ini dikarenakan mereka takut menjadi korban begal kalau pulang dini hari. Dari itulah saya memperbolehkan para pegawai termasuk korban tidur di cafe ini, bahkan di lantai tiga cafe saya siapkan kamar untuk mereka istirahat,” ujarnya.

Sementara Kapolsek IT II Palembang, Kompol Milwani melalui Kanit Reskrim Ipda Novel mengatakan, jenazah korban sudah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang untuk dilakukan pemeriksaan oleh dokter forensik.

“Adapun identitas korban, yakni Sindi Sandora. Korban merupakan pegawai di Planet Cafe tersebut dan tercatat sebagai warga Lahat. Dari pemeriksaan di tubuh korban kami tidak menemukan tanda-tanda kekerasan. Hanya saja saat ditemukan korban mengeluarkan busa dari mulutnya. Namun untuk penyebab kematiannya kami masih melakukan penyelidikan,” tegas Ipda Novel. (ded)





Publisher : Apriandi

Lihat Juga

Pengedar Sabu di Pagaralam Diringkus

Pagaralam, KoranSN Satuan Reserse (Satres) Narkoba Pagaralam membekuk Agung (20), seorang pengedar sabu-sabu yang tinggal …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!