Mahasiswi Ditemukan Gantung Diri di Kamar Kosannya

Warga Penghuni Asrama Putri Mambang di Jalan KH Balqi RT 23 RW 06 Kelurahan 14 Ulu Kecamatan SU II, Senin malam (19/10) sekitar pukul 19.00 WIB sontak dibuat kaget.

Pasalnya, Heni Aprianti (19) seorang mahasiswi semester 5 FKIP jurusan Bimbingan dan Konseling (BK) di salahsatu Universitas Swasta yang ada dikawasan Plaju ditemukan tewas tergantung di kamar asramanya.

Heni yang tercatat sebagai warga Desa Bindu Kecamatan Paninjauan Kabupaten OKU ini, ditemukan terbujur kaku dengan mengenakan baju berwarna hijau bermotif bintik-bintik, celana panjang berwarna hitam, serta mengenakan sebuah jam tangan di lengan kirinya.

Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Marully Pardede, Selasa (20/10) mengatakan, saat pertama kali ditemukan leher korban terdapat bekas jeratan tali hingga membiru. Ketika penyidik melakukan pemeriksaan di TKP lidah korban tak menjulur namun
di lokasi kejadian didapati bercak sperma di lantai kamar.

Baca Juga :   Busyro Muqqodas: Revisi UU KPK Upaya Melumpuhkan Lembaga Antirasuah

Kita duga korban murni bunuh diri. Karena menurut ilmu medis jika seseorang bunuh diri korban pastinya mengeluarkan sprema. Usai dievakuasi jasad korban langsung dibawa ke ruang forensik RSMH Palembang untuk menunggu kedatangan pihak keluarganya,” tegasnya.

Sementara itu teman korban, Aprita (20), ditemui dilokasi kejadian mengungkapkan, sebelum korban ditemukan meninggal pada siang harinya ia sempat bertemu dan berbincang dengan korban.

Saat itu kami bertemu ditempat kuliah, korban masih biasa saja. Memang kami satu asrama tapi beda kamar,” katanya.

Diungkapkannya, seminggu terakhir korban memang sudah jarang datang ke kampus untuk mengikuti kuliah. Selain itu ia juga mengaku tak mengetahui apa permasalahan yang sedang dihadapi korban yang taklain teman satu asramanya tersebut.

Baca Juga :   Warga Toraja Utara Temukan Granat Nanas Aktif

Saya itu satu kelas di kelas FKIP jurusan BK tapi saya tak tahu, dia ada permasalahan apa karena korban jarang bercerita,” terangnya.

Menurutnya, ia baru mengetahui korban meninggal setelah mendapat kabar dari adik-adiknya di asrama.
Saya juga baru tahu setelah dikabari. Korban diketahui meninggal setelah dipanggil-panggil dan digedor pintu kamarnya tak ada jawaban.

Sehingga, yang punya asrama curiga akhirnya mendobrak pintu kamar. Saat pintu terbuka, korban ditemukan sudah meninggal gantung diri,” jelasnya.

Pantauan Suara Nusantara, tim Identifikasi Polresta Palembang membawa jenazah korban ke ruang forensik RSMH Palembang guna dilakukan autopsi. Terlihat beberapa teman dekat korban usai kejadian mulai berdatangan untuk melihat kondisi korban.

Kami tak menyangka Heni akan pergi secepat ini,” kata salahsatu teman korban yang tak kuasa membendung air matanya.(den)



Publisher : Ferdin Ferdin

Pewarta Harian Suara Nusantara, www.koransn.com, Mingguan Suara Negeriku.

Lihat Juga

JPU Tuntut Tiga Terdakwa Pidana Pemilu Enam Bulan Penjara

Aceh, KoranSN Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Bireuen, Provinsi Aceh menuntut tiga terdakwa tindak …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!