Malam Budaya di Baden Indonesia Tampilkan Legong Kraton





Dua seniman membawakan Tari Legong Prabu China dalam pagelaran tari klasik Bali di Pesta Kesenian Bali ke-41, Denpasar, Bali. (foto-antranews)

London, KoranSN

Tari Bali Legong Kraton yang dibawakan Ni Nyoman Hartini Rutzer menjadi daya tarik bagi pengunjung acara malam budaya “Nacht Der Kuturen 2019“ yang diselenggarakan setiap dua tahun bertempat di kota Lauchringen, Baden – Württemberg, Jerman, yang pada 2019 digelar pada 12 Juli.

Malam budaya yang diadakan Persatuan Retail dan Pengusaha (Lauchringer Handels- und Gewerbekreis e.V ) Indonesia diwakili anggota Gerakan Kebaikan Indonesia (GKI) yang ingin membawa nama Indonesia ke dunia intrernasional.

Divisi Luar Negeri GKI Eva Reinhard, kepada Antara London, Selasa, menyebutkan selain tarian, stan Indonesia juga mempromosikan aneka kuliner khas Nusantara seperti Rendang, Sate Ayam, Risoles, Tempe Goreng dan kue Chiffon Pandan sebagai pencuci mulut para pemburu kuliner.

Malam budaya dengan tema “berkeliling dunia dalam 8 jam“ ditampilkan tarian Samba dari negara Brasil dan tari-tarian dari negara lain menjadi magnet tersendiri bagi ribuan pengunjung yang ikut merayakan pesta rakyat tersebut.

Panitia penyelenggara dan penanggung jawab acara menyatakan bahwa mereka sangat gembira dan antusias bisa menyelenggarakan acara malam budaya yang ke-4 kalinya. Setiap dua tahun sekali pihak penyelenggara selalu menanti kejutan dan berbagai hal baru yang siap dipresentasikan oleh berbagai negara yang ikut berpartisipasi.

Baca Juga :   Cuma Urusan Fana, Jangan Terlalu Keras Pada Diri Sendiri

Malam Budaya yang diikuti 22 negara, dari berbagai benua dengan menghadirkan sekitar 30 Stand dan tiga panggung utama menghibur para pengunjung dengan berbagai atraksi budaya negara peserta.

Penari Ni Nyoman Hartini Rutzer mengatakan bahwa ia merasa terharu dan bahagia setiap tampil menghibur pengunjung dengan memperkenalkan berbagai tarian nusantara, seperti tari Legong Kraton ini.

Warga setempat yang sebagian besar sudah menjadi Friends of Indonesia selalu menjadi pendorong dan inspirasi untuk terus berkarya mempromosikan budaya tanah air di negeri orang, ujar Nyoman sambil melayani pengunjung yang ingin berfoto dengan busana khas penari Bali.

Eva Reinhard, mengatakan seperti halnya, para diaspora Indonesia dengan berbagai latar belakang dan aneka profesi berkomitmen menularkan kebaikan dan mempromosikan tanah air melalui soft diplomasi kuliner ke seluruh dunia.

Baca Juga :   Pharell Williams Rilis ProdukSskincare untuk Semua Gender

“Rasa capek saya dan teman-teman yang beberapa hari terakhir sibuk mempersiapkan segala keperluan acara, terbayar dengan kebahagian batin tersendiri begitu mendengar beberapa komplimen dari para pengunjung yang sampai 2-3 kali kembali lagi mencicipi rendang dan sate ayam,” ujar Eva Reinhard.

Eva menambahkan bahwa pengunjung harus tahu Indonesia adalah negara kepulauan yang sangat kaya dengan berbagai budaya dan kulinari khas propinsi masing-masing. Keaneka-ragaman ini yang selalu disampaikan kepada masyarakat lokal dimana kami tinggal. “Memang tidak mudah di awal karena banyak dari mereka mengenal Indonesia hanya “Pulau Bali“.

Stan Indonesia menyajikan masakan khas propinsi lain seperti soto ayam dan bakso.

Seperti pernyataan yang disampaikan Presiden Jokowi bahwa diaspora Indonesia menjadi aset penting bagi pemerintah.

Dengan kondisi perekonomian dunia yang masih belum stabil, setiap negara berusaha untuk meningkatkan ekspor dan menarik investasi asing. Disinilah peran diaspora Indonesia yang sangat berarti.

“Kami selalu optimis soft diplomasi yang kami perani di luar negeri akan membawa dampak positif bagi Indonesia, terlebih masyarakat dunia akan lebih mengenal tanah air tidak hanya dari segi keindahan alam, tetapi juga melalui kulinari, bahasa dan budaya nusantara,” kata Eva Reinhard. (Antara/ags)







Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Google Cloud Sediakan Platform Pelatihan Daring

Jakarta, KoranSN Google Cloud menyediakan platform pelatihan daring Cloud Skills Boost bagi mereka yang ingin …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!