Manfaat Beras Merah, Turunkan Berat Badan Hingga Cegah Penyakit Kronis

Ilustrasi nasi merah. (foto-antaranews)

Jakarta, KoranSN

Beras merah selama dikenal karena memiliki nilai gizi yang tinggi dan banyak manfaat kesehatan dibandingkan dengan beras putih. Bahkan banyak yang percaya bahwa beras jenis itu berfungsi untuk menurunkan berat badan.

Beras merah adalah gandum utuh yang tidak dimurnikan dan tidak dihilangkan lapisan kulitnya. Lapisan itu yang membuatnya penuh dengan nutrisi sehingga berfungsi untuk menurunkan berat badan, mengontrol diabetes hingga menjaga kesehatan tulang, berikut adalah uraiannya dilansir Boldsky, Kamis (2/7/2020).

1. Membantu Menurunkan Berat Badan

Beras merah mengandung serat yang baik. Konsumsi serat makanan membantu menjaga perut kenyang untuk waktu yang lama dan mencegah keinginan untuk mengemil. Penelitian menunjukkan bahwa perempuan yang makan lebih banyak biji-bijian memiliki berat yang lebih kecil dibandingkan dengan yang sedikit.

2. Meningkatkan Kesehatan Jantung

Beras merah mengandung serat dan senyawa tanaman yang disebut lignan yang dapat membantu menurunkan kadar kolesterol, dan menurunkan risiko penyakit jantung.

Sebuah penelitian telah menunjukkan bahwa mengkonsumsi biji-bijian utuh seperti beras merah meningkatkan fungsi kardiovaskular dan metabolisme. Penelitian lain menunjukkan bahwa makan biji-bijian dapat mengurangi risiko penyakit jantung.

3. Mengontrol Diabetes

Beras merah adalah makanan indeks glikemik rendah (GI), yang dapat membantu mencegah risiko diabetes tipe 2. Indeks glikemik adalah ukuran seberapa cepat atau lambat makanan diserap dan seberapa banyak mereka meningkatkan kadar gula darah dalam tubuh.

Baca Juga :   Tim Kesehatan Siap Layani Jamaah Dalam Proses Arafah-Mina

Makanan GI tinggi cepat dicerna dan diserap, menyebabkan kenaikan gula darah dan makanan GI rendah, diserap perlahan dan tidak akan meningkatkan kadar gula darah. Sebuah studi membandingkan efek penurun glukosa darah dari beras merah dan beras yang sudah digiling.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa beras merah memiliki jumlah tinggi serat makanan, asam fitat, polifenol dan minyak yang membuatnya bermanfaat bagi pasien diabetes daripada beras giling.

4. Mencegah Penyakit Kronis

Beras merah merupakan sumber antioksidan yang sangat baik yang dapat mengurangi risiko sejumlah kondisi kesehatan kronis seperti penyakit jantung koroner, penyakit kardiovaskular, kanker, penyakit menular, penyakit pernapasan, dan diabetes.

5. Meningkatkan Kesehatan Pencernaan

Kandungan serat dalam beras merah membantu dalam mengatur pergerakan usus. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Food Science menunjukkan efek beras merah dan nasi putih dalam pencernaan. Studi ini menunjukkan bahwa lapisan dedak pada beras merah meningkatkan pencernaan dan membantu pergerakan usus yang baik.

6. Memperkuat Kekebalan Tubuh

Beras merah kaya akan vitamin esensial, mineral dan senyawa fenolik yang membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh Anda, dan meningkatkan kemampuannya untuk melawan infeksi.

Baca Juga :   Lima Aplikasi Untuk Konsultasi Kesehatan Selama #DiRumahAja

7. Menjaga Kesehatan Tulang

Beras merah mengandung kalsium dalam jumlah yang baik, mineral penting yang dibutuhkan untuk membangun tulang dan gigi yang kuat dan sehat. Kalsium mencegah risiko osteoporosis dan penyakit tulang lainnya.

8. Mendukung Fungsi Sistem Saraf

Beras merah dapat membantu berfungsinya sistem saraf dengan baik karena adanya zat besi di dalamnya. Zat besi adalah mineral penting yang diperlukan untuk menjaga fungsi saraf dengan tepat sehingga mencegah penyakit otak.

9. Baik Untuk Ibu Menyusui

Penelitian telah menunjukkan bahwa ibu menyusui yang mengonsumsi beras merah memiliki tingkat depresi, kemarahan, dan kelelahan yang lebih rendah sehingga mengurangi gangguan suasana hati. Selain itu, makan nasi merah juga meningkatkan kekebalan tubuh di kalangan ibu menyusui.

10. Mencegah Penyakit Neurodegeneratif

Keberadaan gamma-aminobutyric acid (GABA) dalam beras merah telah terbukti memiliki efek neuroprotektif terhadap penyakit neurodegeneratif, seperti penyakit Alzheimer dan penyakit Parkinson. (Antara/ded)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Pasien Sembuh COVID-19 di Indonesia Tambah 4.001, Positif 5.533 Orang

Jakarta, KoranSN Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 menyebutkan hingga 2 Desember 2020, pasien sembuh dari …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.