Manusia Purba Hebohkan Pengunjung Opi Mall



Fosil rahang buaya atas berumur 2,4 juta tahun yang dipamerkan Situs Purbakala Sangiran di OPI Mall. (foto-reigan/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Para pengunjung Opi Mall Jakabaring Palembang, mendadak dihebohkan lantaran ada keluarga yang terdiri dari 3 orang manusia purba di tengah-tengah auditorium mall tersebut. Namun, bukannya menghandiri atau melarikan diri, pengunjung ini malah melakukan foto dan selfie bersama manusia purba ini.

Diketahui, manusia purba tesebut adalah replika dari pameran atau road show manusia purba masuk mall yang dilalukan oleh museum situs Purbakala Manusia Purba Sangiran di 5 kota besar di Sumatera salah satunya di Palembang, pameran ini dibuka sejak tanggal 15 hingga 19 November 2017 bertajuk ‘The homeland of java man’.

Kepala Balai Pelestarian Situs Purbakala Manusia Purba Sangiran, Sukronedi SSi MA menuturkan, pihaknya menggelar road show di lima kota besar di Sumatera, seperti Medan pada tanggal 18-22 oktober 2017, Pekan Baru 1-5 November 2017, Jambi 8-12 November 2017 dan Palembang 15-19 November 2017 kemudian terakhir di Kota Bandar Lampung tanggal 22-26 November 2017.

Baca Juga :   UKB Cetak Tenaga Hukum yang Profesional

Menurutnya, dengan dilakukannya pameran ini, diharapkan melaui Dinas Pendidikan Baik Sumsel maupun Kota Palembang agar mengajak siswa SD, SMP maupun SMA untuk melihat secara nyata situs manusia purba agar bisa mengetahui dan terlibat dalam interaksi langsung, tidak hanya mengetahui melalui buku sejarah saja .

“Kita melakukan road show ini semata agar siswa mengetahui, bahwa kekayaan di Indonesia sangat banyak untuk dijaga dan dibudayakan. Dari generasi muda inilah agar bisa meningkatkan apresiasi mengenai situs-situs yang bersejarah,” ungkapnya usai meresmikan pembukaan pameran situs Purbakala Manusia Purba Sangiran, bertempat di auditorium Opi Mall Jakabaring Palembang, Rabu (15/11/2017).

Dikatakannya, untuk pameran kali ini pihaknya membawa satu keluarga replika manusia purba, terdiri satu orang laki-laki, perempuan dan anak kecil. Sedangkan fosil fauna yang hidup di daerah seperti dari lingkungan laut, rawa dan darat.

“Kita membawa hanya 20 fosil fauna yang asli sebagai contoh untuk dipamerkan pada pameran ini, seperti; fosil gading gajah, gigi hiu dan rahang buaya yang berumur lebih dari 2,4 juta tahun lalu. Namun, untuk manusia purba itu hanya replikanya saja, karena fosil yang asli sangat bernilai harganya. Jadi, kita tak mau ambil resiko,” jelasnya.

Baca Juga :   Gubernur Herman Deru Tinjau dan Serahkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Kelurahan 1 Ulu

Ia melanjutkan, Situs Purbakala Manusia Purba Sangiran ini sudah diakui dari warisan dunia Unesco. Dimana, bukti-bukti dari kehidupan masa lalu yang berumur 2,4 juta hingga 250 ribu tahuhn yang lalu, ditemukan dalam kuantitas dan kualitas yang prima. Dari penemuan tersebut 99 persen informasi didapat dari masyarakat.

“Di situs Manusia Purba Sangiran, kita memiliki 80 jenis individu manusia purba homo erectus yang usia paling tua mencapai ratusan ribu tahun, lebih muda dibandingkan jenis homo sapiens. Untuk itu, kita juga melibatkan masyarakat untuk menjaga dan melestarikan situs yang diakui dunia ini,” tandasnya. (rgn)



Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Tim Perancang Kemenkumham Sumsel Sinergi dengan DPRD Banyuasin dalam Penyusunan Ranperda

Palembang, KoranSN Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Selatan menggelar Rapat Mediasi Konsultasi Penyusunan …

error: Content is protected !!