Marzuki Alie Bantah UIGM Lalai Terkait Tewasnya Mahasiswa



Marzuki Alie.
Marzuki Alie.

Palembang KoranSN

Marzuki Alie pemilik Universitas Indo Global Mandiri (UIGM) Palembang, Jumat (5/2/2016) angkat bicara terkait laporan pihak keluarga Ilham Akbar (17), ke Polresta Palembang yang menuding korban tewas tersengat listrik di gardu listrik karena kelalaian pihak UIGM.

Menurut mantan Ketua DPR RI ini, kejadian tersebut merupakan yang pertama kalinya terjadi selama 17 tahun UIGM berdiri. Dirinya sangat menyayangkan korban masuk ke dalam gardu listrik yang merupakan ruangan tertutup sehingga membuat korban tersetrum, dan meninggal dunia.

“Sejak ada gardu listrik di lokasi, setiap satu bulan sekali pihak PLN mengeceknya. Di lokasi itu ditutup dan dipasang kawat beduri. Tapi oleh mahasiswa Mapala ruangan gardu listrik tersebut dibuka dan dijadikan tempat menyimpan barang-barang mereka. Inilah yang saya sangat sayangkan,” katanya.

Masih dikatakannya, ketika kejadian terjadi, kampus sedang libur semester. Tapi korban bersama rekan-rekannya malahan masuk ke dalam kampus tanpa izin.

“Anak Mapala ini masuk ke dalam kampus tanpa izin. Sebelum kejadian, Mapala di UIGM pernah saya bekukan selama dua semester. Karena saya melihat mereka ini kerap melanggar aturan, mengenakan sendal jepit, dan sering melakukan kegiatan yang aneh-aneh. Dari ituluah dulu Mapala pernah saya bekukan,” ujarnya.

Disinggung terkait telah dilaporkannya UIGM ke Polresta Palembang oleh keluarga korban? Dikatakan Marzuki Alie jika itu hak keluarga korban. Biarkan kepolisian yang melakukan penyelidikan secara lurus untuk mengatahui siapa yang bersalah, dan siapa yang tidak bersalah.

“Katanya UIGM dilaporkan lalai, dimana lalainya. Mereka sendiri yang masuk ke dalam gardu listrik yang sejak awal telah dikunci dan ditutup rapat PLN. Ruangan Mapala itukan di ruangan sebelah gardu listrik, bukan di gardu listriknya. Intinya mereka yang sendiri masuk ke dalam gardu,” tegasnya.

Kejadian ini merupakan musibah, walapun demikian, lanjut Marzuki Alie, korban adalah anak-anaknya yang mendatapatkan pendidikan di UIGM.

Baca Juga :   Gilas Lahat, Tim PS Palembang Terima Bonus Rp 15 Juta

“Korban ini mahasiswa yang pintar hanya sayangnya korban malah ikut-ikutan temannya menjadi Mapala. Dengan adanya kejadian ini, kedepan saya akan meniadakan lagi Mapala di UIGM,” tandasnya.

Sebelumnya, pihak keluarga korban Ilham yang diwakili, kakak korban Dendi Sumitro (25), dan paman korban Edi suherman (51), telah membuat laporan ke Polresta Palembang terkait tewasnya korban.

Hal ini dikarenakan pihak keluarga korban menilai jika insiden tewasnya Ilham diduga diakibatkan dari kelalaian pihak UIGM.

Saat melapor kakak korban Dendi menuturkan, insiden tersebut sangat disayangkan pihak keluarga. Pasalnya tempat penyimpanan gardu listrik yang berada disebelah sekretariat Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) UIGM tersebut sangat tidak aman.

“Disana, saat kita pihak keluarga mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) ternyata gardu tersebut lokasinya sangat membahayakan. Dimana gardu yang memiliki tegangan listrik sangat tinggi itu tak dikunci, serta kabal yang berada di dalamnya berserakan dimana-mana. Kalau gardu itu dikunci mana mungkin ada mahasiswa yang bisa masuk se-enaknya saja ke dalam gardu listrik tersebut’,” ujarnya.

Menurut Dendi, tewasnya adik kandungnya Ilham tersebut sama sekali tak meninggalkan pesan atau firasat sebelumnya, dimana sebelum kejadian, Jumat lalu (29/1) Ilham pulang dari mendaki Gunung Dempo di Kota Pagaralam, dan saat hari Selasanya (2/2/2016) adiknya sampai di Palembang. Setelah itu korban Ilham langsung menuju ke kampusnya yakni, UIGM.

“Kepulangan tersebut ternyata harus membuat nyawa adik saya melayang, sama sekali dia tak meninggalkan pesan apapun. Sebelum kejadian korban dan kawan-kawannya baru pulang ke Palembang bersaman dengan anak-anak dari mahasiswa salahsatu universitas negeri di Sumsel. Nah, ternyata saat di sekretariat Mapala itu, ada mahasiswa dari salahsatu universitas negeri di Sumsel tersebut meminjam sebuah barang, ternyata barang itu jatuh ke dekat gardu terus diambil korban hingga membuat korban tersenggol kabal di gardu tersebut,” paparnya.

Baca Juga :   Anggaran 15 Miliar untuk Kepemudaan di Sumsel

Untuk masalah pertanggungjawab dari pihak UIGM, sambung Dendi, sampai saat ini belum ada. Namun pada hari pemakaman almarhum Ilham, pihak UIGM bersama rektornya datang melayat ke pemakaman dan mengucakan rasa berbelasungkawa.

“Setelah itu, sampai saat ini belum ada etikat dari UIGM untuk masalah adik saya ini. Hanya itu, rektornya datang melayat saja Pak!,” katanya.

Sementara Edi Suherman, paman korban Ilham berharap agar pihak kepolisian memproses dengan seadil-adilnya apabila terbukti ada kelalaian dari pihak UIGM.

“Mungkin ini memang sudah musibah dan takdir, yang sudah terjadi tak bisa nyawa keponakan saya kembali lagi. Kita sebagai warga negara yang baik hanya menjalankan kewajiban untuk melapor tetapi saya yakin, ini kelalaian UIGM itu terlihat dengan tidak dikuncinya gardu listrik tersebut,” harapnya.

Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Marully Pardede membenarkan laporan korban dengan Nomor : LP / B-330/II/2016/Resta/Sumsel telah diterima pihaknya dan akan segera ditindaklanjuti dengan penyelidikan.

“Laporan korban masih kita dalami, beberapa saksi yang saat kejadian termasuk teman-teman korban sudah diperiksa. Kita dari kepolisian belum bisa memastikannya apakah kelalaian atau murni musibah. Seluruh kemungkinan bisa terjadi namun pastinya kasus ini tetap kita dalami. Kita masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap motif yang terjadi, apakah kelalain dari pihak UIGM ataupun berdasarkan hal-hal lainya,” tandas Kasat. (ded/den)

Publisher : Anton Wijaya

Avatar

Lihat Juga

Bupati Bogor Putar Balik Bus Pemudik Modus Angkut Karyawan

Bogor, KoranSN Bupati Bogor Ade Yasin memutar balik bus berisi pemudik dengan modus mengangkut karyawan, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.