Masalah Bagi Hasil Lahan Parkir di Jakabaring, Jukir Tewas Usai Disiram Cuka Para & Ditikam



Kasubdit Jatanras Polda Sumsel, AKBP Yoga Baskara didampingi Kanit IV, Kompol Zainuri saat menggelar ungkap kasus pembunuhan dengan tersangka Hajri alias Ayik (duduk di kursi roda). (Foto-Dedy/KoranSN)

Palembang, KoranSN

Andre Irawan alias Unyil (35), juru parkir (Jukir) di kawasan Jakabaring tewas usai disiram cuka para dan ditikam senjata tajam (Sajam) oleh tersangka Hajri alias Ayik (32), yang taklain rekannya sesama Jukir. Pembunuhan korban terjadi lantaran permasalahan bagi hasil uang parkir.

Dari hasil penyelidikan pihak kepolisian, Senin (27/8/2018) pukul 13.00 WIB tersangka Ayik yang tercatat sebagai warga Jalan Dr M Isa Lorong KIA Kelurahan Kuto Batu Kecamatan IT III Palembang dibekuk oleh petugas Unit IV Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel, yang dipimpin langsung oleh Kanit IV, Kompol Zainuri.

Tersangka ditangkap saat berada di kawasan Talang Betutu Kecamatan Alang-alang Lebar Palembang. Polisi terpaksa melumpuhkan tersangka dengan menembak kakinya lantaran saat ditangkap, Ayik melakukan perlawanan dengan menggunakan senjata tajam.

Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel, AKBP Yoga Baskara, Selasa (28/8/2018) mengatakan, pembunuhan korban Unyil (35) terjadi, Jumat kemarin (24/8/2018) pukul 22.00 WIB di Jalan Gubernur H Bastari Jakabaring Palembang. Dimana saat itu tersangka Ayik menyiramkan cuka para ke wajah korban lalu tersangka menikam perut korban menggunakan pisau.

Baca Juga :   Adik Tewas di Tangan Kakak Kandung

“Jadi, awalnya tersangka menyiramkan cuka para ke wajah korban hingga membuat korban jatuh dan ketika itulah tersangka Ayik menikam perut korban menggunakan pisau, korban sempat dilarikan ke rumah sakit namun akhirnya korban meninggal dunia,” kata Yoga saat gelar ungkap kasus di Mapolda Sumsel.

Masih dikatakan Yoga, pembunuhan korban dilakukan tersangka karena adanya permasalahan bagi hasil uang dari lahan parkir yang mereka jaga di sekitaran Jakabaring Palembang.

“Korban dan tersangka ini berteman, keduanya sama-sama Jukir di satu lokasi. Karena terjadi selisih paham pembagian uang hasil dari parkir makanya tersangka nekat membunuh korban,” ujarnya.

Menurutnya, dari hasil penyelidikan yang dilakukan pihaknya diketahui jika pembunuhan korban sudah direncanakan oleh tersangka. Untuk itu dalam kasus tersebut tersangka dijerat dengan Pasal KUHP 170 ayat (3) Jo Pasal 340 KUHP.

“Dimana ancaman hukumannya yakni 15 tahun kurungan penjara. Bahkan dari catatan kami, tersangka Ayik merupakan residivis kasus pembunuhan dan Curas yang pernah medekam di Rutan Pakjo Palembang,” jelasnya.

Lanjut Yoga, dalam penangkapan tersangka pihaknya terpaksa melumpuhkan tersangka Ayik dengan tindakan tegas dan terukur lantaran saat akan ditangkap Ayik menyerang petugas dengan pisau.

“Kini tersangka dan barang bukti sudah diamankan di Mapolda Sumsel. Sementara untuk kasusnya masih kami kembangkan lantaran ada satu pelaku lainnya berinisial ‘GR’ yang masih dikejar, kami himbau agar tersangka menyerahkan diri sebelum kami tangkap,” tandas Yoga.

Baca Juga :   Rampas Senjata Api Terget Pelaku Penikaman Polisi di Pos Polantas Angkatan 66

Sementara tersangka Hajri alias Ayik mengungkapkan, dirinya menyiramkan cuka para ke wajah korban dan menikam korban dengan pisau lantaran tersingung dengan perkataan korban.

“Saat itu ada sisa uang parkir senilai Rp 210 ribu yang terbawa oleh saya.Tiba-tiba, korban menelpohone dan langsung memaki-maki saya. Bahkan korban menantang saya berkelahi, dari itulah saya pulang lalu mengambil cuka para dan pisau. Setelah itu, saya meminta ‘GR’ (DPO) mengantarkan saya menggunakan sepeda motor ke lokasi kejadian menemui korban. Saat bertemu dengan korban, saya langsung menyiramkan cuka para ke wajahnya hingga korban jatuh tersungkur, dan saat itulah perut korban saya tikam dengan pisau sebanyak satu kali,” ungkapnya.

Masih dikatakan tersangka, saat kejadian rekannya ‘GR’ tidak ikut mengeroyok korban.

“Memang ketika itu ‘GR’ melihat saya menyiramkan cuka para dan menikam korban. Namun dia tidak ikut-ikut, ‘GR’ hanya mengatar saya menemui korban saja,” ujar tersangka. (ded)







Publisher : Apriandi

Lihat Juga

Sampaikan Eksepsi, Penasihat Hukum Paulina Terdakwa Dugaan Korupsi Hibah Bawaslu Muratara Sebut Dakwan Tidak Cermat dan Kabur

Lubuklinggau, KoranSN Sidang dugaan korupsi dana hibah Bawaslu Muratara tahun anggaran 2019 dan 2020, Jumat …