Mata Edi Ditutup, Lalu Kepalanya Ditembak Hingga Tewas







Tersangka Farup, Syawaludin, Zulyadi dan Guntur saat diamankan di Polda Sumsel. (foto-dedy/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Aparat kepolisian Ditreskrimum Polda Sumsel, Minggu (30/7/2017) menangkap empat tersangka pembunuhan korban Edi Nuryanto (45), warga Desa Sukamenang Kecamatan Gelumbang Kabupaten Muara Enim. Para tersangka yang ditangkap tersebut yakni, Farup (45), Syawaludin (45), Zulyadi (43) dan Guntur (36) yang keempatnya merupakan warga Tanjung Raja Kabuparten Ogan Ilir (OI).

Dalam gelar tersangka dan barang bukti, Senin (31/7/2017) di Mapolda Sumsel terungkap jika motif para tersangka membunuh korban lantaran korban memiliki hutang Rp 150 juta kepada tersangka Farup untuk pembelian kebun karet.

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Agung Budi Maryoto mengungkapkan, para tersangka ditangkap setelah pihak kepolisian melakukan penyelidikan terkait ditemukannya jenazah korban di kawasan Desa Bantian Lubuk Keliat Kecamatan Muara Kuang OI, Sabtu 29 Juli 2017. Tak sampai 24 jam dari penyelidikan, keesokan harinya polisi langsung menangkap keempat tersangka.

Baca Juga :   Meski Tak Ada Saksi Diperiksa Kejati Tegaskan Penyidikan Dugaan Korupsi Kredit Bank Sumsel Babel Berjalan

“Para tersangka ini memiliki peran masing-masing, ada yang berperan membawa mobil yang mereka sewa, ada juga tersangka yang berperan mengikat mata dan tangan korban serta ada tersangka yang menembak kepala korban hingga korban meninggal dunia,” ungkap Kapolda saat gelar tersangka dan barang bukti di Mapolda Sumsel.

Diungkapkan Kapolda, dari hasil pemeriksaan yang telah dilakukan diketahui jika korban memiliki hutang kepada tersangka Farup untuk pembelian kebun karet, dikarenakan korban belum membayarkan hutang tersebut makanya tersangka Farup mengajak tiga tersangka lainnya untuk membawa korban, kemudian membunuh korban dengan cara menembak kepala korban.

“Usai membunuh korban kemudian para tersangka meninggalkan jenazah korban di pinggir jalan. Namun kini kasus pembunuhan korban tersebut telah berhasil kita ungkap dan keempat tersangka telah berhasil ditangkap dan diamankan di Mapolda Sumsel untuk dilakukan proses hukum,” tandas Kapolda.

Baca Juga :   Jelang Natal & Tahun Baru Puluhan Pelaku Kejahatan Diringkus

Sementara tersangka Farup mengakui jika ia yang menjadi otak pembunuhan korban. Hal itu dilakukannya karena dirinya dendam dengan korban lantaran korban belum mengembalikan uangnya senilai Rp 150 juta, yang dipinjam oleh korban.

“Dendam saya, alasannya sekitar 6 tahun yang lalu, dia (korban) meminjam uang saya untuk beli kebun karet namun sampai kini belum dikembalikan. Saya ditipunya, untuk itulah saya mengajak teman saya menculik korban, kemudian membawa korban ke tempat sepi. Setelah itu korban diikat mata dan tangannya, lalu kepalanya saya tembak menggunakan senjata api rakitan,” ungkapnya.

Lanjut tersangka Farup, senjata api rakitan yang digunakannya untuk menembak kepala korban merupakan milik temannya. “Tahun 2000 lalu pistol itu dititipkan ke saya oleh teman saya. Tapi saat ini teman saya tersebut sudah meninggal dunia,” ujarnya. (ded)







Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Gakkum KLHK dan Bakamla Gagalkan Penyelundupan Kayu Ilegal

Makassar, KoranSN Tim Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Wilayah Sulawesi bersinergi …

error: Content is protected !!