Matang Berorganisasi Ditawari Masuk Partai



Riky Purba Rosidi. (foto-reigan/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Aktif berorganisasi sejak Sekolah Menengah Pertama (SMP) dengan mengikuti pemilihan OSIS, kemudian berlanjut hingga ke masa Sekolah Menengah Atas (SMA) sampai menjadi mahasiswa perguruan tinggi, membuat Riky Purba Rosidi menerima tawaran dari Ketua DPW Partai Nasdem, Syahrial Oesman untuk menjadi kader Partai Nasdem, hingga sekarang menjabat sebagai Ketua Badan Pembinaan Organisasi Kaderisasi Keanggotaan (BPOKK) DPW Partai Nasdem Sumsel.

“Saya pernah mengikuti pertarungan pemilihan Osis pada waktu SMP dan SMA. Namun, sewaktu SMA hanya menjadi Wakil Ketua Osis di SMA N 10 Lampung pada tahun 1995, kemudian berlanjut kemasa kuliah,” ungkap Riky saat dibincangi, Minggu (12/11/2017).

Ia menceritakan, awal mula dirinya terjun ke dunia politik tahun 2013 lalu, lantaran mendapat tawaran dari salah satu sahabat untuk membantu pencalonan salah satu calon legislatif (Caleg) DPR RI, seperti kampanye dan sosialisasi.

Selanjutnya, ia mendapat tawaran bergabung menjadi kader DPD Nasdem Kota Palembang. Karier Riky terus berlanjut, kali ini ia mendapat tawaran dari Ketua DPW Partai Nasdem Sumsel, Syahrial Oesman untuk diajak bergabung menjadi kader DPW Nasdem Sumsel.

Baca Juga :   Tak Dapat Izin Pemilik Lahan, Relokasi Pedagang Pasar Soak Bato Terhambat

“Saya mendapat tawaran lagi, karena sebelumnya kami beberapa orang sempat mundur dari kader DPD Nadem Kota Palembang. Namun, saya mendapat tawaran kembali untuk bergabung dari pak Syahrial,” jelas pria kelahiran Palembang 14 Juni 1977 ini.

Ia mengaku tidak bisa lepas dari organisasi semenjak masa kuliah. Lantaran ingin menggali potensi diri. Kemudian berlanjut dengan ketertarikan di bidang diskusi. Dimana, ia menyadari bahwa kurangnya memiliki pengetahuan.

“Semasa kuliah itu mulai menyadari bahwa pentingnya membaca koran, meskipun ngantuk dan malas, tetapi harus dilawan. Itu semua dilakukan guna menambah ilmu pengetahuan serta wawasan untuk menggali apa potendi pada diri kita,” katanya.

Semasa kuliah pada tahun 1999 di Universitas Sriwijaya jurusan Pertanian, ia bersama rekan lainnya mendirikan sebuah Organisasi Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Fakultas Pertanian dengan dinamakan “Gempa” dan masih eksis hingga sekarang. Kemudian berlanjut, menjabat sebagai Ketua forum Majelis Kedaulatan Rakyat Indonesia (MKRI) Sumsel pada tahun 2000.

Baca Juga :   Satu Rumah di 16 Ulu Selesai Dibedah

“Selesai kuliah, saya aktif di Serikat Petani Sumsel (SPS) tahun 2001 yang saat itu hanya menjabat kebagai koordinator bidang pengembangan SDM. Tetapi pada tahun 2003 saya, juga tergabung dalam yayasan pendidikan bantuan hukum Indonesia (YPBHI) Sumsel. Meskipun hanya kerha sosial tetapi tetap dijalani,” jelasnya.

Masih dikatakannya, karena tuntutan hidup setelah ia menikah pada tahun 2002 lalu dan memiliki anak yang dinamakan Rofinda yang mempunyai arti “Edelweis Bintang Revolusi Indonesia”. Jadi, ia memutuskan untuk meninggalkan semua organisasi tersebut.

“Kerja sosial saya yang mengintegritasikan diri untuk organisasi saya stop, karena kebutuhan hidup untuk menyekolahkan anak. Jadi, fokus untuk berkarya membuat inovasi perubahan khususnya di Kota Palembang melalui partai Nasdem,” tandasnya. (rgn)



Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Siapkan Renstra Tahun 2025-2029, Kemenkumham Sumsel-DJKI Himpun Aspirasi Publik

Palembang, KoranSN Kanwil Kemenkumham Sumsel bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual menggelar Penghimpunan Aspirasi Publik …

error: Content is protected !!