Mayat Guru di Banyuasin Ditemukan Terbungkus Karpet di Dalam Ember





Korban Efriza Yuniar semasa hidup. (Foto-Istimewa)

Palembang, KoranSN

Efriza Yuniar (50), yang merupakan guru di salah satu SD di Banyuasin, Kamis sore (9/7/2020) ditemukan tewas dalam kondisi mayat terbungkus di dalam karpet yang diletakan di dalam ember berukuran besar di rumahnya di Jalur 5 Desa Marga Rahayu Kecamatan Sumber Marga Telang Banyuasin.

Demikian dikatakan Kapolres Banyuasin, AKBP Dani Sianipar.

Diungkapkan Kapolres, jenazah korban pertama kali ditemukan oleh empat teman korban yang sempat curiga jika sejak, Rabu (8/9/2020) handphone korban tidak dapat dihubungi.

“Korban ini seorang guru yang tinggal sendirian di rumahnya. Teman korban yang curiga karena handphone korban tidak dapat dihubungi lantas mendatangi rumah korban. Setiba di rumah tersebut, saksi yang merupakan teman korban mencari keberadaan korban sampai masuk ke dalam rumah, saat itulah para saksi melihat karpet yang tergulung yang diletakan di dalam ember berukuran besar. Saat dicek, ternyata di dalamnya ada jenazah korban,” terangnya.

Baca Juga :   Truk Peti Kemas Terbalik di Demang Lebar Daun, Satu Keluarga Terluka

Lebih jauh dikatakan Kapolres, para saksi yang menemukan jenazah korban kemudian langsung melapor ke polsek. Menindaklajuti laporan tersebut, Kapolsek bersama Kasat Reskrim mendatangi TKP dan mengevakuasi jenazah korban untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang.

“Dari hasil pemeriksaan sementara korban tidak dimutilasi. Sebab di tubuh korban tidak ada luka senjata tajam. Hanya saja, di leher korban kelihatan jelas ada luka jeratan tali,” ungkapnya.

Dilanjutkan Kapolres, dengan adanya penemuan jenazah korban tersebut kini pihaknya masih melakukan penyelidikan guna mengungkap kasus pembunuhan korban dan menangkap pelakunya.

Baca Juga :   Kejati Terus Usut Dugaan Korupsi Hibah Sumsel 2014 ke KONI

“Dalam proses penyelidikan ini kami masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi. Sedangkan untuk rumah korban saat ini telah dipasang garis polisi guna kepentingan penyelidikan,” tutupnya. (ded)





Publisher : Apriandi

Lihat Juga

Penyidikan Dugaan Korupsi SERASI 2019 Berlanjut, Dua UPKK Gapoktan Diperiksa Kejati Sumsel

Palembang, KoranSN Penyidikan dugaan kasus korupsi Program SERASI (Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani) tahun 2019 di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!