Melalui Bumdes, Potensi Desa Sidodadi Bangkitkan Ekonomi Masyarakat





Tampak sejumlah pipa untuk aliran air bersih. (foto-asmidan/koransn)

OKU Selatan, KoranSN

Pemberdayaan masyarakat melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Sidodadi Kecamatan Banding Agung OKU Selatan membuat warga Sidodadi boleh berbangga. Pasalnya, manfaat kucuran dana desa (DD) yang implementasinya terhadap berbagai sektor pembangunan maupun terhadap upaya menggali potensi desa yang dikelola BUMDes telah berjalan dan berkembang, sehingga manfaatnya mendorong bangkitnya pertumbuhan ekonomi juga penyerapan lapangan pekerjaan masyarakat setempat.

Kepala Desa Sidodadi, Kaliman menjelaskan, terkait pembangunan desa, yang telah dilakukan pihaknya sebagai pemerintah desa, bahu membahu bersama masyarakat membangun Desa Sidodadi memanfaatkan kucuran DD, berupa giat membangun sarana fisik dan juga pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan BUMDes dengan harapan untuk kesejahteraan masyarakat.

“Kami diskusikan bermusyawarah melalui tahapan-tahapan terkait dengan perencanaan, sehingga menemukan perencanaan wujud kegiatan usaha pembangunan pemberdayaan yang menyentuh kepentingan masyarakat, sebab hal itulah yang menurut kami paling terkendala adalah perencanaan. Ketika perencanaannya keliru, ya implementasinya akan keliru, sehebat apapun dalam pengelolaannya,” kata Kaliman, Minggu (14/7/2019).

Dikatakan Kaliman, BUMDes Karya Bersama Desa Sidodadi sangat produktif, memiliki usaha mengelola sarana air bersih mensuplai kebutuhan dasar masyarakat utamanya mandi cuci kakus (MCK) ke rumah-rumah warga.

Sebelumnya Desa Sidodadi krisis air bersih, jaringan PDAM Tirta Saka Selabung tidak berfungsi layaknya air ledeng mengalir ke rumah-rumah warga.

Baca Juga :   Kades Lubuk Rumbai: Jangan Sampai Terlena dengan Dana Desa

“Sehingga, bersama warga kami berinisiatif, membuat perencanaan bagaimana mengalirkan air bersih. Kami berjuang membangun instalasi dengan pemakaian hidran pump dari sumber mata air berjarak 600 meter dari dasar jurang. Upaya tersebut sukses, saat ini Desa Sidodadi tidak lagi krisis air bersih, 50 persen warga sudah menikmatinnya dengan instalasi mengalir ke rumah warga sejak beberapa tahun lalu yang dikelola secara profesional dibawah BUMDes dengan pembayaran menggunakan rekening berdasarkan data pemakaian yang tercatat pada meteran air,” bebernya.

Buah dari itu semua lanjut Kaliman, dari pendapatan BUMDes saat ini, dalam tubuh pengurus menerima manfaat setelah menganggarkan biaya perawatan dan operasional, yakni insentif bagi operator air bersih, selain bagi hasil untuk desa juga untuk penambahan modal BUMDes.

“Untuk pembangunan 2019 kami telah merencanakan penambahan pump hidran dan perluasan jaringan instalasi untuk menjangkau rumah-rumah warga yang belum teraliri hingga target akhir, kami tidak akan berhenti sebelum seluruh warga Sidodadi bisa menikmati sarana air bersih,” ujarnya.

Ditambahkannya, BUMDes Karya Bersama juga memiliki usaha produktif lainnya, yakni mengelola aset usaha produktif desa seperti persewaan tenda kursi, pelaminan, alat-alat catering, termasuk perlengkapan hajatan. Peran dari pengurus diberikan tanggungjawab untuk menjaga kelengkapan inventaris BUMDes.

Sementara dalam pemberdayaan pemuda, pihaknya melakukan pembinaan pemuda untuk gemar berolah raga dengan fasilitas olahraga yang telah dimiliki gedung olahraga badminton, tenis meja dan bola voli.

Baca Juga :   11 Desa di dua Kecamatan Wilayah Kapuas Hulu Dilanda Banjir

“Sebagai tanggungjawab kita terhadap masa depan pemuda, kami dalam hal ini mengajak pemuda untuk berkreasi dan berinovasi lewat karya-karya untuk mendirikan usaha sablon, buah tangan atau souvenir yang bernuansa objek wisata Danau Ranau, dengan harapan dapat memberikan peluang lapangan usaha bagi mereka pemuda-pemuda Sidodadi yang berjiwa seni,” ujarnya.

Sementara itu, Entreprerneur (pengusaha) Muda, Yuyun di hadapan lebih kurang 85 kepala desa (Kades) menjelaskan, apa yang dilakukan oleh kepala desa sama yang dilakukan oleh wirausahawan di dunia usaha, bedanya kepala desa diawasi banyak lembaga.

“Ternyata Kades boleh jadi komisaris BUMDes, di saat Kades jadi komisaris dia berhak mendapatkan gaji ketimbang bapak-bapak berfikir bagaimana cara colek sana sini,” papar Yuyun.

Ia juga mencontohkan, pengelolaan DD yang tepat yang menjadi sumber penghasilan bagi warganya. ”Contoh saja Pulau Cinta, mereka sekarang bisa merubah mindsetnya lewat Pulau Cinta yang mampu menghasilkan 200 juta perminggu, sehingga daerah yang dikenal ekonomi lemah dan kenakalan remaja bisa teratasi,” kata Yuyun.

“Perencanaan adalah 50% dari keberhasilan. Saya mengharapkan mindset ibu bapak berubah, tanamkan niat agar bapak ibu bisa jadi direktur agar potensi yang ada di desa itu bisa digali dan dana yang ada sebagai modal awal membangkitkan ekonomi masyarakat,” pungkasnya. (dan)







Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Pemkab Parimo: Jalan Trans Sulawesi Sudah Bisa Dilalui Pascabanjir

Palu, KoranSN Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah mengatakan akses jalan Trans Sulawesi sudah bisa …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!