Menangis, Elfin Terdakwa OTT Suap Bupati Muara Enim Berharap JC Dikabulkan







Terdakwa A Elfin MZ Muchtar menangis terisak-isak dalam persidangan. (Foto-Dedy/KoranSN)

Palembang, KoranSN

Terdakwa A Elfin MZ Muchtar, Selasa (17/3/2020) menangis terisak-isak dalam persidangan lanjutan Operasi Tangkap Tangan (OTT) Bupati Muara terkait suap 16 paket proyek pekerjaan di Pengadilan Negeri Tipikor Palembang.

Dalam persidangan Elfin menyampaikan harapannya agar Majelis Hakim dan KPK mengabulkan justice collaborator (JC) yang telah diajukannya.

“Saya menjadi PNS di Muara Enim dimulai dari pegawai honorer. Jadi karir saya dibangun dari awal. Namun dengan adanya perkara ini karir saya hancur dan saya tidak lagi menjadi PNS. Oleh karena itu saya berharap kiranya Majelis Hakim dan KPK mengabulkan justice collaborator yang telah saya ajukan. Sebab jika JC saya dikabulkan maka saya bisa cepat keluar dari penjara hingga bisa mencari pekerjaan untuk menghidupi keluarga saya,” ungkapnya sambil menangis.

Perkataan Elfin sempat terhenti sejenak menahan tangisnya ketika ia menyebutkan jika kedua anaknya kini masih kecil-kecil.

“Anak saya ada dua, yang satu SMP dan yang kecil masih SD,” katanya dengan berlinangan air mata.

Lebih jauh dikatakannya, jika dirinya terlibat dalam kasus ini lantaran mengikuti perintah jabatan dari Bupati Muara Enim, Ahmad Yani (terdakwa berkas terpisah).

“Sebab saat itu Pak Ahmad Yani memerintahkan saya agar menerima semua pemberian uang suap dari Robi Okta Fahlefi (terpidana yang merupakan kontraktor pemberi suap), lalu membagikan uang tersebut ke sejumlah pihak hingga akhirnya saya tertangkap OTT KPK,” paparnya.

Diakuinya, dirinya melakukan hal tersebut dan menuruti semua perintah Bupati Ahmad Yani dengan harapan kedepannya bupati dapat menjadikannya Kepala Dinas PUPR Muara Enim.

Baca Juga :   Spesialis Bobol Rumah di 30 Ilir Ditangkap

“Sebab saat itu kan Pak Ahmad Yani baru dilantik sebagai bupati, dan posisi jabatan Kepala Dinas PUPR Muara Enim masih dijabat Plt. Makanya saya mau menjalankan semua perintah satu pintu yang disampaikan Bupati Ahmad Yani, dengan harapkan bupati dapat menjadikan saya Kepala Dinas PUPR Muara Enim definitif,” tandasnya.

Usai mendengarkan keterangan terdakwa A Elfin MZ Muchtar, Ketua Majelis Hakim Erma Suharti SH MH didampingi Hakim Anggota Junaidah SH MH dan Abu Hanifah SH MH menutup persidangan.

“Sidang dengan ini kita tutup, dan akan kembali dibuka pada Selasa 31 Maret 2020 mendatang dengan agenda tuntutan JPU untuk terdakwa Elfin,” tutup Hakim. (ded)







Publisher : Apriandi

Lihat Juga

Kejati Sumsel Masih Lakukan Penyidikan Umum Dugaan Kasus Korupsi LRT

Palembang, KoranSN Kasi Penerangan dan Hukum (Penkum) Kejati Sumsel, Vanny Yulia Eka Sari SH MH, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!