Mencuri Sepeda Motor, Dua Pemuda Tewas Dihakimi Massa









korban Marlindo saat dirawat di RSUD Lahat.

 

Lahat, SN
Malang bagi Marlindo (18) dan Dadang Nopriandi (21) Bin Kardiman, keduanya warga Desa Batu Niding, Kecamatan Pseksu. Pasalnya, kedua pemuda lajang ini harus meregang nyawa setelah babak belur dihakimi massa, disaat gelaran orgen tunggal (OT) disebuah pesta di Desa Indikat Ilir, Kecamatan Gumay Talang, pada hari Sabtu malam Minggu, sekira pukul 23:00 WIB. Informasi dilapangan menyebutkan, ditengah keramaian pesta salah satu warga Desa Indikat Ilir. Kedua korban diduga mencoba untuk mencuri sepeda motor yang diparkir di pinggir jalan sekitar lokasi pangung pesta. Namun belum sempat membawa kabur motor tersebut, aksi kedua korban bersama dua teman lainnya dikatahui oleh salah seorang warga setempat.

Karena tertangkap tangan ketika sedang beraksi, Marlindo dan Dadang yang nampak sibuk mengutak atik sepeda motor tersebut langsung diteriaki “Maling” oleh warga yang melihatnya. Dalam hitungan detik, entah siapa yang memulai warga yang sedang ramai menyaksikan  pesta malam itu, langsung menyerbu dan menghakimi kedua korban secara bersama sama.
Kedua begal motor tersebut tertangkap tangan dan dihakimi massa. Tak terhitung jumlah massa yang menghakiminya, satu babak belur, yang satunya lagi dikabarkan tewas”, ujar Arpinsyah, salah satu warga yang kebetulan menyaksikan peristiwa tersebut.

Tak ayal, massa yang selama ini memang kesal dengan sering terjadinya pencurian motor diwailayah tersebut, memukuli kedua hingga korban babak belur dan bersimbah darah. Sementara dua orang pelaku lainnya berhasil kabur melarikan diri.
Amukan massa baru dapat dihentikan oleh pihak kepolisian sektor Gumay Talang, namun satu korban bernama Dadang Nopriandi tewas di tempat kejadian peristiwa (TKP), sedangkan Marlindo masih sempat dilarikan ke IGD rumah sakit umum daerah lahat beberapa menit kemudian.

Sayangnya, setelah sempat mengalami perawatan selama 10 jam lebih di IGD. Nyawa korban Marlindo, juga sudah tidak dapat tertolong lagi. Sehingga ia pun harus menghembuskan nafas terakhirnya sekitar jam 9, Minggu (15/11) kemirin pagi.
Kapolres Lahat, ABPB Popon Yayat Ruhiat, SIK, melalui Kasat Reskrim, AKP. Ahmad Akbar membenarkan kejadia tersebut. Namun hingga berita ini ditulis, pihaknya masih terus mengidentifikasi kronologi, hingga terjadinya pemukulan secara massa oleh warga tersebut.Kita akan segera panggil sejumlah saksi saksi, guna dimintai keterangan terkait tewasnya kedua korban tersebut”, tandas Akbar, saat dihubungi via teleponnya, kemarin. (Fiz)

Publisher : Ferdin Ferdin

Pewarta Harian Suara Nusantara, www.koransn.com, Mingguan Suara Negeriku.

Lihat Juga

Pj Bupati Lahat dan Jajaran OPD Silaturahmi ke Griya Agung

Lahat, KoranSN Penjabat Bupati Lahat, Muhammad Farid bersama seluruh kepala daerah se-Provinsi Sumatera Selatan bersilaturahmi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!