Mengapa Tak Ada Takutnya Korupsi?

ilustrasi korupsi

 

Oleh Agus Harizal Alwie Tjikmat

SEDIH dan miris sekali nasib Negeri ini, seakan tak takut lagi pejabat negara untuk melakukan korupsi dan menerima suap. Padahal KPK dengan “taringnya” terus menangkap pelaku korupsi, tetapi hampir setiap saat pejabat terus terjebak korupsi.
Di Sumsel sendiri begitu banyak pejabat yang tersandung di KPK, mulai dari mantan Walikota Palembang H Romi Herton, Bupati non aktif Empat Lawang, Bupati Muba. Bahkan yang makin miris di Muba, petinggi DPRD beserta anggota DPRD, kemudian banyak SKPD juga harus wara wiri di pengadilan.

Sepertinya gertak KPK pun tak mempan membuat nyali  pelaku korupsi ciut. Hingga tak heran untuk kondisi ini, banyak pihak seperti bertepuk sebelah  tangan, di lain sisi jor-joran memberantas korupsi, di lain pihak mental pejabat yang selalu berusaha korupsi tak bisa dihentikan  begitu saja.

Baca Juga :   Banjir di Depan Mata

Pengalaman pemberantasan korupsi di Indonesia menunjukkan bahwa kegagalan demi kegagalan lebih sering terjadi, karena ada tarik ulur kepentingan di dalamnya. Ini disebabkan  lingkaran kekuasaan yang  tidak bisa tidak, memang sudah penuh dengan praktek tersebut.

Andai saja pejabat  di Negeri ini punya mental yang  mumpuni dan  terpatri  benaknya  bahwa korupsi adalah penyelewengan tanggung jawab kepada masyarakat, dan secara faktual korupsi dapat berbentuk penggelapan, kecurangan atau manipulasi, paling tidak niat untuk terus korupsi akan berkurang.Tetapi untuk menyetop kejahatan yang tidak mengandung kekerasan  tetapi penuh  trik tipu muslihat dan ketidakjujuran  ini, bukan pekerjaan gampang. Butuh kebijakan menyeluruh  dan  saling  mendukung secara perlahan agar  kegiatan yang membuat Bangsa hancur tersebut, bisa dilaksanakan.        Memang beragam lembaga,  produk hukum, reformasi birokrasi, dan sinkronisasi telah dilakukan, akan tetapi hal itu belum juga dapat menggeser kasta pemberantasan korupsi.               Keberadaan lembaga-lembaga yang mengurus korupsi seperti KPK belum memiliki dampak yang menakutkan bagi para koruptor, bahkan hal tersebut turut disempurnakan dengan pemihakan-pemihakan yang tidak jelas. (***)

Baca Juga :   Hujan Sebentar Banjir, Bagaimana Ini?
Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Ferdin Ferdin

Avatar
Pewarta Harian Suara Nusantara, www.koransn.com, Mingguan Suara Negeriku.

Lihat Juga

UU Cipta Kerja: Surga atau Fatamorgana?

Penulis: Nizwar Affandi (Pengurus Pusat Jaringan Media Siber Indonesia) TANGGAL 5 Oktober kemarin UU Cipta …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.