Menhan Inggris Minta China Terbuka Terkait Pandemi COVID-19



Wisatawan mengunjungi wilayah Mutianyu Tembok Besar China pada hari pertama libur Hari Buruh selama lima hari, di tengah wabah virus corona (COVID-19), di pinggiran Beijing, China. (foto-antaranews)

London, KoranSN

Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace, Senin (4/5/2020), meminta China terbuka mengenai informasi wabah virus corona jenis baru atau COVID-19.

Ia mengatakan, China perlu menjawab pertanyaan soal informasi yang dibagikan tentang wabah COVID-19.

“China harus menjawab hal itu setelah kita semua berhasil mengendalikan COVID-19 dan ekonomi kita kembali normal,” ujar Ben Wallace.

Baca Juga :   Spanyol Bergabung Dengan Prancis dan Jerman Buat Jet Tempur Eropa

“China harus terbuka dan transparan tentang apa yang perlu diterangkannya, kekurangan dan kesuksesannya,” katanya.

Sebelumnya pada Minggu (3/5/2020), Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo mengatakan ada “sejumlah bukti kuat” bahwa virus corona jenis baru itu muncul dari laboratorium China.

“Ada sejumlah bukti kuat bahwa ini berasal dari laboratorium di Wuhan,” kata Pompeo kepada ABC. Ia merujuk pada virus yang muncul akhir tahun lalu di China dan telah menewaskan sekitar 240.000 orang di seluruh dunia, termasuk lebih dari 67.000 di Amerika Serikat.

Pompeo kemudian secara singkat membantah pernyataan yang dikeluarkan beberapa hari sebelumnya oleh badan intelijen AS, yang menyebutkan bahwa virus itu tampaknya tidak dibuat oleh manusia atau dimodifikasi secara genetis.

Baca Juga :   Gempa Haiti Berkekuatan 7,2 Magnituda Tewaskan Lebih Dari 300 Orang

China berulang kali membantah menutup-nutupi informasi wabah COVID-19.

Duta Besar China untuk Inggris bulan lalu mengatakan Amerika Serikat seharusnya tidak berusaha menggertak China dengan cara yang mengingatkan pada perang kolonial Eropa abad ke-19. (Antara/Reuters/ded)







Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Cegah Penangkapan Rusia, Ukraina Mungkin Akan Tarik Pasukan Dari Timur

Kiev/Popasna, KoranSN Pasukan Ukraina mungkin harus ditarik mundur dari medan pertempuran di wilayah Luhansk untuk …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.