Menipu Bermodus Minta Sumbangan, Warga Gandus Diringkus





Tersangka Paisol (baju tahanan) dan barang bukti saat diamankan di Polsek IT I Palembang. (foto-dedy/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Paisol (38), yang merupakan tersangka penipuan dengan modus meminta sumbangan pembangunan pos kambling kepada warga dan pemilik toko dirungkus pihak kepolisian Satreskrim Polsek IT I Palembang.

Tersangka yang tercatat sebagai warga Gandus ini, ditangkap saat sedang berada di kawasan Jalan Kol Atmo Palembang.

Kapolsek IT I Palembang, Kompol Edi Rahmat, Senin (28/1/2019) mengatakan, tersangka ditangkap setelah pihaknya banyak menerima laporan dari warga yang resah dikarenakan tersangka kerap meminta sumbangan untuk membangun pos kamling.

“Modus tersangka ini meminta uang kepada para korbannya untuk membangun pos kambling. Bahkan kepada para pemilik toko, pelaku ini juga memasukan proposal dengan meminta sumbangan uang Rp 16 juta guna
membangun pos kambling itu. Dari penyelidikan kami, ternyata proposal tersebut palsu, sebab stampel RT yang ada di proposal tersangka tidak ada atau fiktif,” katanya saat gelar ungkap kasus di Mapolsek IT I Palembang.

Baca Juga :   Kejati Kaji Tersangka Baru Dugaan Korupsi Kredit Modal Bank Sumsel Babel

Menurut Kapolsek, dari hasil penyelidikan tersebutlah akhirnya tersangka berhasil ditangkap.

“Dari pemeriksaan yang dilakukan tersangka ini sudah hampir satu tahun melakukan aksi penipuan tersebut. Bahkan sudah banyak warga yang telah menjadi korbannya,” terangnya.

Lanjut Kapolsek, kini tersangka dan barang bukti telah diamankan di Mapolsek IT I Palembang guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Dalam kasus ini tersangka dijerat dengan Pasal 378 KUHP yang ancaman pidananya 4 tahun kurungan penjara,” tegas Kapolsek.

Sementara tersangka Paisol mengatakan, dalam melancarkan aksinya dilakukan dirinya seorang diri. Sementara untuk ide dan cara membuat proposal didapatinya dengan cara belajar di intenet.

“Saya buat proposal lalu pura-pura minta sumbangan untuk membangun pos kambling. Aksi penipuan ini sudah saya lakukan hampir satu tahun, dan memang dalam proposal itu saya meminta uang Rp 16 juta, tapi para pemilik toko dan warga hanya memberi uang sumbangan Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu,” katanya.

Baca Juga :   Kejati Tegaskan Saksi Bank Sumsel Babel Bergilir Dihadirkan Disidang Dugaan Korupsi Kredit Rugikan Negara Rp 13 Miliar

Masih dikatakan tersangka, untuk uang dari hasil meminta sumbangan tersebut digunakannya untuk membeli rokok dan makan.

“Uangya saya gunakan buat beli roko dan makan, selain itu juga ada yang saya gunakan untuk membeli sabu,” ungkap tersangka. (ded)





Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Kontraktor Terdakwa Dugaan Korupsi Proyek Turap RS Kusta Jilid II Didakwa Pasal Berlapis

Palembang, KoranSN Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Sumsel, Selasa (27/9/2022) membacakan dakwaan terhadap pihak kontraktor, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!