Menkeu: PMK “Super Deductible Tax” Rampung Satu Minggu Kedepan





Menteri Keuangan Sri Mulyani saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (9/7/2019). (foto-antaranews)

Jakarta, KoranSN

Peraturan Menteri Keuangan (PMK) terkait Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 45 Tahun 2019 tentang Penghitungan Penghasilan Kena Pajak dan Pelunasan Pajak Penghasilan dalam Tahun Berjalan yang berisi pengurangan pajak diatas 100 persen atau super deductible tax diperkirakan rampung dalam satu minggu ke depan, kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

“Kita Insya Allah bisa selesaikan PMK-nya segera satu minggu ini dan kita akan nanti diumumkan,” ujar Sri Mulyani saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (9/7/2019).

Sri Mulyani mengatakan saat ini rancangan PMK tersebut sedang disusun, agar implementasi PP 45 tahun 2019 dapat segera berjalan.

Baca Juga :   Perputaran Uang di Agam Bertambah Miliaran Rupiah dari Perantau

Menurut dia, penerbitan PP 45 tahun 2019 merupakan jawaban bagi para pelaku industri dan pelaku usaha yang ingin memiliki daya saing berkompetisi.

Dengan adanya PP tersebut, tambah dia, para pelaku industri dan usaha dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sehingga para pekerja mampu bersaing di perusahaan-perusahaan yang kredibel.

“Kita harapkan bisa meningkatkan kualitas dan kemudian bisa kompetitif di pasar,” ujar Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut.

Sebelumnya, Pemerintah memberikan insentif pengurangan pajak penghasilan bruto diatas 100 persen atau super deductible tax untuk industri yang melakukan pelatihan dan pendidikan vokasi bagi para pekerja serta kegiatan penelitian dan pengembangan tertentu.

Baca Juga :   Kawal Pembangunan Tol Listrik, Kejati Sumsel Gelar Rapat Ekspose Konsinyasi Bersama PLN

Laman Sekretariat Kabinet yang dipantau di Jakarta, Selasa, menyatakan pemberian insentif ini ditetapkan melalui penerbitan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 45 Tahun 2019 tentang Penghitungan Penghasilan Kena Pajak dan Pelunasan Pajak Penghasilan dalam Tahun Berjalan.

Penerbitan PP yang merupakan revisi dari Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2010 ini dilakukan untuk mendorong investasi pada industri padat karya, mendukung program penciptaan lapangan kerja dan penyerapan tenaga kerja Indonesia.

Selain itu, juga dilakukan untuk mendorong keterlibatan dunia usaha dan dunia industri dalam penyiapan sumber daya manusia yang berkualitas, meningkatkan daya saing, serta mendorong peran dunia usaha dan dunia industri dalam melakukan kegiatan penelitian dan pengembangan. (Antara/ags)







Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Datangkan Marina Markova, Bintang Muda Voli Dunia dengan Tinggi Hampir 2 Meter, Jakarta Electric PLN Perkuat Lini Serang

Jakarta, KoranSN Tim bola voli putri Jakarta Electric PLN mendatangkan bintang muda voli dunia, Marina …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!