Menlu Iran di India Untuk Pembicaraan Setelah Sanksi AS





Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif. (foto-antaranews)

New Delhi, KoranSN

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif direncanakan mengadakan pembicaraan dengan timpalannya dari India pada Selasa, setelah New Delhi berhenti membeli minyak Iran pada Mei setelah AS kembali menjatuhkan sanksi atas Iran.

India dulu adalah salah satu klien utama minyak Iran setelah China, tapi menghentikan impornya setelah Washington kembali menjatuhkan sanksi atas Iran dan belakangan mencabut peringan sanksi atas delapan negara, termasuk India –yang sebelumnya diperkenankan mengimpor sebagian minyak Iran.

“India adalah salah satu dari mitra paling penting kami, ekonomi, politik dan regional,” kata Zarif kepada mitra Reuters, ANI, pada Senin (13/5/2019), sebelum pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri India Sushma Swaraj.

Baca Juga :   Indonesia, 100 Pemimpin Dunia Janji 2030 Sudah Hentikan Deforestasi

“Kami mengadakan konsultasi reguler dengan India mengenai bermacam masalah dan saya berada di sini untuk mengadakan konsultasi dengan timpalan saya mengenai perkembangan paling akhir di wilayah ini serta hubungan bilateral kami,” ia menambahkan sebagaimana dilaporkan Reuters –yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa siang.

Washington ingin menghalangi ekspor minyak Iran setelah Presiden AS Donald Trump keluar dari Kesepakatan Nuklir 2015 antara Iran dan enam negara besar dunia guna mengekang program nuklir Teheran.

“Sayangnya Amerika Serikat telah meningkatkan situasi secara tidak perlu. Kami tidak berusaha meningkatkan ketegangan tapi kami sejak dulu selalu membela diri kami,” kata Zarif.

Sanksi telah mengurangi lebih dari separuh ekspor minyak Iran jadi satu juta barel per hari atau kurang, dari puncaknya 2,8 juta barel per hari tahun lalu. Ekspor minyak Iran bisa merosot sampai 500.000 barel per hari mulai Mei, kata seorang pejabat Iran kepada Reuters pada bulan ini.

Baca Juga :   Crane Jatuh di Kanada Menelan Empat Korban Jiwa

Iran berkeras untuk mengekspor setidaknya 1,5 juta barel minyak per hari sebagaimana syarat untuk tetap berada dalam kesepakatan nuklir internasional, kata beberapa sumber yang mengetahui mengenai pembicaraan Iran-Uni Eropa pada Senin. (Antara/Reuters/ags)

Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Korsel Lagi-lagi Catat Rekor Kasus dan Kematian COVID-19

Seoul, KoranSN Korea Selatan lagi-lagi mencatat rekor tertinggi kasus infeksi dan kematian akibat COVID-19 dalam …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.