Menlu Serukan Pentingnya Perhatikan Ancaman Non-Tradisional





“Pertama, terus perkuat dialog dan paradigma kolaborasi,” katanya.

Kedua, lanjutnya, ia menyarankan untuk terus memperkuat penghormatan terhadap hukum-hukum internasional.

Poin ketiga dan terakhir yakni untuk tidak melupakan bahwa selain menghadapi tantangan tradisional terkait keamanan, dunia juga tidak boleh melupakan berbagai tantangan non-tradisional.

“Tantangan ini penting untuk terus diatasi melalui kerja sama karena menyangkut langsung kepentingan rakyat,” tambahnya.

Pertemuan ARF yang digelar di Phnom Penh itu telah mengadopsi sejumlah dokumen, termasuk ARF Statement to Promote Peace, Stability and Prosperity in the Region through Preventive Measures.

Baca Juga :   Presiden Tunisia Copot Kepala Stasiun Televisi

Dalam pertemuan tersebut, para Menlu peserta ARF pun menegaskan urgensi ARF untuk tetap menjadi forum yang berperan dalam meningkatkan saling pengertian, saling percaya, serta transparansi di kawasan.

Indonesia, dalam dokumen yang diadopsi oleh ARF itu, telah berhasil membuat rujukan AOIP dalam ARF untuk pertama kalinya, di mana telah diakui pentingnya prinsip dan tujuan AOIP dalam ARF. (Antara/andi)





Bagikan :

Publisher : Apriandi

Lihat Juga

Menlu RI-ICRC Bahas Bantuan Kemanusiaan untuk Myanmar dan Afghanistan

Jakarta, KoranSN Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi bertemu dengan Presiden Palang Merah Internasional (ICRC) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!