Meresahkan, 3 Pemalak Sadis di Kertapati Diringkus

Palembang,KoranSN
Tiga kawanan pemalak sadis bersenjatakan parang dan pisau jenis bayonet yang sering meminta uang dengan cara paksa terhadap truk-truk atau mobil sayur di seputaran Jalan Nilakandi Musi II Palembang, Senin (20/3/2017) diringkus aparat Sat Reskrim Polsek Kertapati saat sedang melakukan pemalakan.

Ketiganya yakni; Ego (20), warga Srijaya Raya Larong Kapuk Pal 9 Kelurahan Karya Jaya Kecamatan Kertapati, Aditya (18), warga Jalan KI Marogan Lorong Pintu Besi Kertapati, dan Ogah (36), warga Simpang Sungki Kertapati.Aksi pemalakan ini, dihentikan setelah petugas banyak menerima laporan masyarakat atas perbuatan ketiga tersangka yang sangat meresahkan warga dan para pengendara roda empat yang melintasi lokasi, karena terus dipalaki.

Bahkan, aksi kawanan ini bisa dikatakan sadis lantaran mereka tak segan-segan melukai para sopir yang tak mau memberikan uang yang mereka minta. Tak hanya itu, bagi kendaraan roda empat yang tidak bersedia memberikan uang, maka kendaraannya pasti akan di lempari dengan batu.Untuk menghindari hal yang tak diingikan serta tak mau berurusan dengan kawanan ini, para sopir yang melintasi lokasi mangkalnya ketiga tersangka, terpaksa memberikan uang dengan besaran Rp 10 ribu hingga Rp 20 ribu kepada mereka.

Baca Juga :   Tertangkap Tangan Menjambret, Remaja Nyaris Tewas

Kapolsek Kertapati, AKP Deli Haris mengatakan, penangkapan ketiga tersangka bermula dari banyaknya keluhan masyarakat tentang aksi pemakalan kendaraan roda empat di sepanjang Jalan Nilakandi Musi II, yang dilakukan sekelompok pemuda di daerah itu.”Laporan ini langsung kami tidaklanjuti dengan menerjunkan tim Reskrim dilokasi. Ketika petugas kami menyisir lokasi, anggota melihat ketiga tersangka sedang memalaki mobil dan truk-truk yang melintasi dilokasi, mengetahui hal tersebut kita langsung membekuk mereka,” katanya.

Dijelaskan Deli, dari hasil pemeriksaan terhadap ketiganya, pihaknya turut mengamankan sejumlah uang hasil pemalakan, sebilah parang dan bayonet yang digunakan kawanan ini untuk melancarkan aksi palaknya.”Dari pengakuan ketiganya, aksi ini mereka lakukan sudah berlangsung cukup lama. Biasanya mereka bisa membawa pulang sebesar Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu setiap harinya dari hasil memalak,” katanya.

Baca Juga :   KPK Konfirmasi Saksi Soal Mobil Milik Tersangka Nurhadi

Atas perbuatannya tersebut, ketiga tersangka ini bisa dijerat UU Darurat kepemilikan senjata bukan pada tempatnya. Serta bisa dijerat pidana dengan ancaman hukuman lima tahun penjara. karena ulah mereka sudah sangat meresahkan masyarakat,” tandasnya.Sementara tersangka Ego, pemimpin dari komplotan palak ini mengaku, dirinya terpaksa memalak lantaran untuk membiayai berobat sang nenek yang sedang sakit parah. “Saya hanya tinggal dengan nenek. Sekarang kondisi nenek sedang sakit, jadi saya bingung untuk mengobati sakit nenek, karena saya tak punya pekerjaan jadi saya terpaksa memalak. Biasanya sehari saya bawa pulang uang Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu, uangnya saya belikan obat buat nenek,” akunya. (den)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Alwin

Avatar

Lihat Juga

KPK Usut Dugaan Korupsi Pengadaan Mesin Giling PG Djatiroto

Lumajang, KoranSN Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut kasus dugaan korupsi pengadaan mesin giling di Pabrik …