Meski Diributkan, Fintech Digandrungi Kalangan Muda

Tampak suasana pelatihan Wartawan Ekonomi dan Bisnis Sumsel 2017 di Jakarta. (foto-ist)

Jakarta, KoranSN

Perkembangan Financial Technology (Fintech) di Indonesia sudah ada sejak tahun 60-an. Namun di tahun 2008 kehadiran fintech dengan munculnya perusahaan start up (perintis) justru diributkan dan dikhawatirkan oleh perusahaan perbankan di Indonesia.

Manajer Analis Fintech Office Departemen Kebijakan dan Pengawasan Sistem Pembayaran Bank Indonesia, Miftachul Choiri saat Pelatihan Wartawan Ekonomi dan Bisnis Sumsel 2017, Selasa (31/10/2017) menerangkan, kehadiran fintech harus didukung namun tidak dengan aturan ketat yang justru mematikan usahanya, sehingga diperlukan regulasi yang tepat bagi fintech ini.

Diakui Indonesia kini tengah menghadapi perekonomian digital atau financial technology (fintech). Banyaknya perusahaan startup (rintisan) yang dikelola oleh anak muda membuat Bank Indonesia memantau dan menentukan regulator bagi para pebisnis di bidang uang elektronik tersebut.

“Jika Fintech diatur dengan aturan yang ketat, maka usaha ini akan mati, karena kebanyakan startup merupakan usaha kecil. Sementara fintech merupakan bagian dari inovasi yang semestinya harus didukung,” ungkap Miftachul.

Sebagai solusi bagi keberlangsungan fintech dikatakannya, Bank Indonesia menerapkan Regulatory Sandbox yang mana regulasi ini memberikan banyak relaksasi terhadap permodalan dan aturan namun tetap melindungi inovasi.

Baca Juga :   Distanbun Upayakan Pengendalian Inflasi di Aceh Lewat Pasar Tani

“Regulatory sandbox bukan suatu perizinan, namun sebagai sarana untuk mendukung inovasi tapi tidak mematikan start up tersebut. Hanya saja kita membatasi wilayah dan transaksinya,” jelasnya.

Tahapan Regulatory Sandbox diterangkan Miftach dimulai dari tahapan seleksi, proses uji coba, dan hasil dari uji coba tersebut.

“Dari situ kita dapat memutuskan apakah fintech ini layak atau tidak, kalau berbahaya kita bisa stop,” terangnya.

Saat ini lanjut Miftach sudah ada 160 perusahaan fintech yang terdata di Bank Indonesia dengan pertumbuhan yang sangat signifikan mencapai 10 kali lipat sejak tahun 2005.

“Saat ini Bank Indonesia juga membuka ruang untuk berdialog bagi para start up fintech terkait bisnisnya termasuk aturan-aturan yang diterapkan,” ungkapnya.

“Regulatory Sandbox namanya, jadi ibaratnya anak kecil mereka bebas berkreasi dan ada aturannya. Ini yang terus dipantau oleh BI,” katanya.

GoJek, Tokopedia diantara e-commerce yang ada di Indonesia meskipun sebagai penyedia layanan. Namun untuk sistem pembayaran tetap melalui BI sebagai regulatornya.

Baca Juga :   IHSG Ditutup Melemah di Tengah Kenaikan Bursa Saham Asia

“Perkembangan ekonomi digital telah dilakukan para pemula yang kreatif, ini layanan keuangan lebih efisien,” terangnya.

Selain itu, Bank Indonesia (BI) konsen menjaga kestabilan suku bunga Pasar Uang Antar Bank (PUAB) sejak Agustus 2016 lalu. Terhitung data per September pergerakan antar overnight lending facility dan PUAB, menjadi simetris dengan kisaran perbandingan 75-75.

Hal itu diungkapkan oleh Asisten Direktur Divisi Pengembangan Pengaturan Pengelolaan Moneter Fungsi Rupiah. Departemen Pengelolaaan Moneter, Huriah.

Pelatihan yang diikuti oleh 25 wartawan dari Media Lokal/Nasional ini, diajak oleh pemateri untuk bisa memahami dalam menyampaikan pemberitaan terkait kebijakan moneter yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia.

Bahkan materi yang diberikan seperti operasi moneter, untuk mengetahui suku bunga kebijakan yang diumumkan oleh Dewan Gubernur BI secara bulanan untuk mencapai sasaran operasional kebijakan moneter.

“Pergerakan suku bunga PUAB ini sebagai acuan terbaru yaitu BI 7Day Repo Rate, untuk mengantisipasi inflasi. Operasi moneter, juga dibagi dua yaitu operasi pasar terbuka dan lending facility,” ungkapnya. (den)



Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Indonesia – Timor Leste Jalin Kerja Sama Pengembangan Koperasi dan UMKM

Jakarta, KoranSN Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah menjalin kerja sama bilateral dengan Timor Leste …

error: Content is protected !!