Miliki 14,5 Butir Ineks, IRT Diringkus

Nardiana alias Nar. (foto-ist)

Kayuagung, KoranSN

Nardiana alias Nar (44), ibu rumah tangga (IRT) di Desa Berkat Kecamatan SP Padang Kabupaten OKI diringkus jajaran Satres Narkoba Polres OKI dan Polsek SP Padang karena memiliki 14,5 butir ineks.

Ia yang ditangkap kemarin siang di rumahnya dan kini tersangka sedang diproses sesuai hukum yang berlaku.

Tertangkapnya IRT itu berkat laporan warga ke polisi karena tersangka sering berjualan ineks hingga meresahkan warga lainnya. Hasil penggeledahan polisi, ditemukan 14,5 butir ineks sebagai barang bukti milik tersangka Nar.

Adapun rincian barang bukti yang diamankan dari tersangka yakni; 10 butir ineks warna orange, 4 butir warna merah muda dan 0,5 butir ineks warna orange, dengan berat keseluruhan kurang lebih 5,27 gram. Semua ineks ini tersimpan di dalam dompet bercorak warna orange milik Nar.

Baca Juga :   Pembangunan Gedung AKN Seret 2 Tersangka Dugaan Korupsi

“Tak hanya itu, polisi juga menyita barang bukti diduga hasil berjualan ineks berupa uang tunai Rp 380 ribu,” ungkap Kasatres Narkoba Polres OKI, AKP Herry Yusman SH mewakili Kapolres OKI, AKBP Donni Eka Syaputra SH SIK MM kemarin siang.

Kasat menjelaskan, awalnya polisi mendapat informasi dari masyarakat bahwa ada penjual Narkoba bernama Nar di Desa Berkat SP Padang yang sudah sangat meresahkan.

“Setelah dilakukan penyelidikan, kami menangkap pelaku di rumahnya dan ditemukan barang bukti itu,” katanya. (iso)

Baca Juga :   Sejumlah Kadis Diduga Patungan Uang Tuk Amankan Pembahasaan APBD dan LKPJ
Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

KPK Panggil Dua Saksi Untuk Tersangka Walikota Dumai

Jakarta, KoranSN Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil dua saksi dalam penyidikan kasus suap terkait pengurusan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.