Milla: Indonesia Tak Pantas Kebobolan Banyak Gol



Timnas Indonesia saat takluk 1-4 dari Islandia. (foto-net/detiknews.com)

Jakarta, KoranSN

Timnas Indonesia menelan kekalahan dari Islandia. Menurut pelatih Luis Milla, skuat Garuda tidak pantas kalah dengan margin gol yang banyak.

Pada pertandingan yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Minggu (14/1/2018), Indonesia sejatinya sempat unggul lebih dulu melalui gol Ilham Udin Armaiyn, namun Islandia sukses mengimbangi menjadi 1-1 di babak pertama.

Pada babak kedua, Islandia langsung mengempur pertahanan Indonesia. Tim berjuluk Our Boys itu menggandakan keunggulan di menit ke 59 lewat Arnor Smarsasson, ditambah Gudmundsson yang mencetak hat-trick.

Milla menilai penampilan timnya cukup baik karena sempat menyulitkan Islandia. Namun fisik yang menurun di babak kedua membuat permainan timnya sedikit keteteran.

Baca Juga :   Ibunda Berpulang, Presiden Jokowi Sudah Tiba di Solo

“Secara garis besar saya senang dengan spirit anak-anak, bukan hasilnya. Saya merasa anak-anak hari ini tidak pantas kalah dengan terlalu banyak gol,” ujar Milla dalam sesi jumpa pewarta selepas pertandingan.

Namun begitu, pelatih asal Spanyol itu menyebut banyak pembelajaran yang didapatkan timnya dari laga ujicoba tersebut. Kesalahan-kesalahan yang terjadi akan dijadikan bahan evaluasi ke depannya.

“Saya sudah tidak sabar untuk balik ke hotel untuk melihat video pertandingan tadi apa saja yang sudah kami lakukan hari ini. Saya berharap ini bisa dijadikan pembelajaran bagi kami, tadi ada beberapa momen krusial di mana seharusnya tidak terjadi, tapi akhirnya kami terkena penalti,” katanya.

Baca Juga :   Vaksin Bukan Jaminan Tuntasnya Pandemi COVID-19

Kekalahan 1-4 memang sangat berbeda jauh dibandingkan laga sebelumnya. Pada pertandingan melawan tim Indonesia Selection, Islandia menang telak 6-0. (detik.com)

Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Wagub DKI: Negara Hadir Bebaskan Beban Biaya Pekerja Migran

Jakarta, KoranSN Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan negara hadir untuk membebaskan beban …