Minim Armada, DLHP Kesulitan Angkut Sampah Dipinggir Jalan





Tampak tumpukan sampah yang menimbulkan bau tak sedap yang berada di pinggir jalan. (foto-sunardi/koransn.com)

Muratara, KoranSN

Minimnya armada pengangkut sampah, membuat Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Kabupaten Muratara kesulitan untuk mengangkut sampah yang ada di pinggir jalan setiap harinya.

Kepala DLHP Kabupaten Muratara, Alfirmansyah melalui Kabid Persampahan, Nopriyan Linda mengatakan, sampah-sampah di pinggir jalan tidak bisa diambil setiap harinya, di karenakan terkendala armada.

“Kita belum punya kontainer yang besar. Kita hanya punya dump truk, itupun cuma ada dua unit. Jangankan ke kecamatan lain, di Kecamatan Rupit saja kita kewalahan,” katanya, saat ditemui, Senin (4/9/2017).

Ia mengakui, saat ini di tujuh kecamatan wilayah Kabupaten Muratara memang kekurangan petugas kebersihan dan juga belum terpenuhinya bak tempat pembuangan sampah di setiap desa.

“Untuk saat ini kita maksimalkan petugas yang ada,” katanya.

Ia berharap, masyarakat desa bisa kreatif untuk mengatasi penumpukan sampah yang berserakan di pinggir jalan tersebut. Karena kebersihan lingkungan akan bermanfaat bagi masyarakat itu sendiri.

“Misalkan membuat kotak sampah, kemudian bisa juga di bakar atau di kubur. Karena kalau lingkungan kita bersih, maka kitalah yang bakal merasakan kenyamanannya,” imbuhnya.

Sementara Sahudi (33) warga Kecamatan Muara Rupit mengaku sering melihat sampah menumpuk saat hendak pergi bekerja di tepi jalan poros desa maupun jalan lintas sumatera (jalinsum). Bahkan di desanya sempat sampah tersebut mengeluarkan bauh tak sedap dan meresakan masyarakat.

Baca Juga :   2 Perusahaan di PALI, Jadi Sorotan Utama di Hari Buruh Internasional

“Yo kalu sering nian idak pulo numpuk. Tapi perna hingga berhari-hari sampah menumpuk tak kunjung ada yang mengambilnya. Sehingga bauh busuk menyebar di sekitar perumahan masyarakat,” ucapnya.

Ia khawatir jika tumpukan terus terjadi maka penyakit juga akan mudah terkena masyarakat yang berada di sekitarnya. “Pemerintah atau dinas terkait harus turun langsung dan melihat keluhan masyarakat. Supaya masalah ini bisa terselesaikan atau ada solusinya,” pungkasnya. (snd)







Publisher : Imam Ndn

Lihat Juga

62 Guru dari 7 Sekolah di PALI Dibekali Ilmu, Persiapkan Diri Menuju Sekolah Rujukan Google

Palembang, KoranSN Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) melalui Dinas …

error: Content is protected !!