Minta Hukuman Maliadi Diringankan







Orang tua tersangka Maliadi. (foto-maniso/koransn.com)

Kayuagung, KoranSN

Maliadi (36), warga Dusun I RT 1 RW 1 Desa Pinang Indah Kecamatan Sungai Menang OKI ditetapkan sebagai tersangka atas kasus terbakar dan tewasnya istrinya bernama Rafilah (35). Namun pihak keluarga Maliadi menyatakan peristiwa itu bukan dilakukan atas unsur kesengajaan.

Hermanto (56) dan Erlina (60), selaku orang tua (Ortu) tersangka Maliadi kemarin mengatakan, terbakar dan tewasnya menantunya berikut rumah tersebut terjadi pada Sabtu (2/6/2018) lalu sekira pukul 13.00 WIB. Kejadian ini bukanlah atas kesengajaan tersangka Maliadi, namun terjadi begitu saja saat Maliadi terlibat cek-cok mulut dengan korban.

“Peristiwa itu terjadi di rumah keduanya di Desa Pinang Indah Kecamatan Sungai Menang OKI. Menurut penjelasan dari anak saya (tersangka Maliadi), keduanya ribut mulut gara-gara setoran uang hasil penjualan bahan bakar minyak (BBM), uang yang diberikan Maliadi menurut istrinya tidak sesuai, padahal yang membantu menjualkan BBM itu adalah kakak ipar dari istrinya sendiri, jadi Maliadi mengajak sang istri untuk kembali menghitung berapa BBM yang terjual dan berapa yang masih tersisa, baru nanti dicocokkan dengan modal awal,” jelas Hermanto, Rabu (29/8/2018).

Diungkapkannya, saat Maliadi melakukan penghitungan dengan menuangkan BBM, tiba-tiba sang istri yang awalnya sedang memasak di dapur menuju ke ruang tamu guna mendekati Maliadi. Namun sang istri menghampiri sembari ribut dan menyenggol tubuh Maliadi, sehingga Maliadi bergerak reflek sembari menghamburkan BBM di dalam derigen, dan seketika menyambar api kompor di dapur.

Baca Juga :   Dirjen Imigrasi Sebut Syahrul Yasin Limpo Sudah Masuk Indonesia

“Jadi otomatis api menyambar seisi rumah hingga ke ruang tamu dan ruang tengah, dimana saat itu anak Maliadi yang bungsu sedang nonton televisi. Maliadi spontan langsung menyelamatkan anak bungsunya keluar rumah. Setelah itu, Maliadi masuk ke rumah lagi untuk menyelamatkan sang istri yang sudah menjadi sasaran dari kobaran api, Maliadi pun kedua kakinya terbakar saat menyelamatkan istrinya,” terangnya.

Melihat kondisi sang istri luka parah, Maliadi langsung memanggil kakak dan keluarga iparnya yang tak jauh dari lokasi kejadian. Korban Rafilah saat itu juga langsung dilarikan ke rumah sakit di Simpang Penawar dan akhirnya dilarikan ke RS Urip di Tanjung Karang. Sementara Maliadi dilarikan ke Puskesmas Rawa Jitu.

Melihat kondisi perkembangan korban Rafilah yang tidak kunjung membaik setelah tiga malam dirawat intensif, keluarga korban akhirnya meminta rujukan ke RS Cipto Mangun Kusumo di Jakarta. Rafilah sempat dirawat intensif selama 11 hari, namun ajal berkata lain, Rafilah akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya sekitar pukul 13.00 WIB.

“Mendengar kabar sang istri telah meninggal, Maliadi yang masih dirawat di Puskesmas Rawa Jitu akhirnya memaksakan diri menyusul ke Jakarta dengan kondisi yang belum baik akibat luka bakar di kedua kakinya. Tapi sayangnya, jenazah sang istri telah dimakamkan keluarga di Pemakaman Umum Tanjung Duren di Jakarta Selatan, karena memang orang tua korban tinggal di Jakarta,” jelas Hermanto.

Lanjutnya, usai peristiwa tragis yang merenggut nyawa istrinya, Maliadi langsung tinggal di Depok, tempat keluarganya sembari menjalani rawat jalan atas luka bakar yang dialaminya. Namun, musibah yang menimpa Maliadi dan istrinya berubah menjadi boomerang karena keluarga istrinya menduga Maliadi sengaja membakar korban Rafilah.

Baca Juga :   Perkara Dugaan Korupsi Pasar Cinde Mangkrak Terus Diproses Kejati Sumsel

“Jadi keluarga istri Maliadi melaporkan ke pihak berwajib bahwa Maliadi sengaja hendak menghabisi nyawa istrinya dengan cara menyiramkan minyak dan membakar istrinya. Tapi kenyataan, yang sebenarnya menurut Maliadi tidak begitu, sehingga akhirnya Maliadi ditangkap polisi dari Polsek Sungai Menang pada 17 Agustus 2018 kemarin, saat Maliadi hendak ziarah ke makam istrinya,” tandasnya.

Orang tua Maliadi ini, kini hanya bisa memberikan dukungan moril untuk anaknya dalam menjalani proses hukum. Namun, pihaknya berharap hukuman bagi Maliadi diringankan karena peristiwa itu terjadi tanpa ada unsur kesengajaan.

Sambung dia, keluarga hanya minta keringanan hukuman kepada Maliadi karena jika berdamai tidak punya harta lagi. Maliadi juga sudah menjual tambak untuk membiayai perawatan isterinya di rumah sakit senilai Rp 130 juta.

Menanggapi kasus ini, anggota DPRD OKI Dapil Sungai Menang, Amirsyah SH meminta polisi mempertimbangkan penjelaskan keluarga tersangka. Memang hukum harus ditegakkan dan Maliadi tetap dihukum namun ada keringanan.

Sedangkan Kapolres OKI, AKBP Ade Harianto SH MH melalui Kapolsek Sungai Menang, Ipda Dedy Suandy SH sebelumnya mengatakan, setelah dilakukan penyelidikan, tersangka Maliadi ditangkap saat berada di Kota Depok Jawa Barat beberap hari lalu. (iso)







Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Gakkum KLHK dan Bakamla Gagalkan Penyelundupan Kayu Ilegal

Makassar, KoranSN Tim Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Wilayah Sulawesi bersinergi …

error: Content is protected !!