Minyak Ilegal Asal Muba Dibongkar





Pihak kepolisian saat mengamankan truk muatan minyak ilegal.
Pihak kepolisian saat mengamankan truk muatan minyak ilegal. (foto-istimewa)

Palembang, KoranSN

Petugas kepolisian Sat Reskrim Unit Pidana Khusus (Pidsus) Polresta Palembang, Minggu malam (14/10/2018) membongkar penyelundupan minyak ilegal asal Musi Banyuasin (Muba) yang diangkut truk di Jalan Soekarno Hatta, tepatnya di Simpang Lampu Merah Parameswara Kecamatan IB I Palembang.

Dari pengungkapan kasus ini, polisi mengamankan dua tersangka yang merupakan sopir dan kernet truk pengangkut minyak ilegal dari Muba yang hendak dibawa ke Kota Prabumulih.

Adapun kedua tersangka tersebut yakni; Ridho alias Blak (36), warga Dusun II RT 007 RW 004 Desa Ulak Jermun Kecamatan Sirah Pulau Padang Kabupaten Ogan Komering Ilir (sopir) dan Medi Hartono (38), warga Dusun II Desa Tanjung Keputaran RT 002 RW 002 Keluarahan Tanjung Keputaran (kernet).

Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara melalui Kanit Pidsus, Iptu Harry Dinar, Senin (15/10/2018) mengatakan, barang bukti minyak ilegal tersebut diamankan dari truk yang dibawa oleh kedua tersangka. Adapun jumlah minyak ilegal yang diamankan yakni; 10 ton minyak ilegal dengan rincian muatan bensin lebih kurang 10 ribu liter, serta 1.260 liter BBM ilegal. Semua minyak ini disimpan di dalam 18 jerigen plastik.

Baca Juga :   Kapolda Kejar Pemilik Judi Berkedok Games Ketangkasan

“Selain itu ada juga 12 jerigen berisi BBM ilegal sebanyak 420 liter, dan 13 jerigen berisi 455 liter minyak tanah,” jelasnya.

Dikatakannya, pengungkapan kasus penyelundupan minyak ilegal ini berawal dari informasi masyarakat yang diterima oleh pihaknya. Menindaklanjuti informasi tersebut kemudian Unit Pidsus melakukan pengintaian dengan menempatkan anggota kepolisian di lokasi penangkapan.

Menurutnya, saat anggota berada di lokasi dan melihat truk yang dicurigai melintas kemudian petugas mencoba menyetop truk tersebut. Namun saat distop, sopir truk malahan tancap gas sehingga terjadi kejar-kejaran antara kendaraan polisi dengan truk yang memuat minyak ilegal ini. Namun dengan kesigapan petugas yang melakukan pengejaran, akhirnya truk berserta kedua tersangka berhasil diamankan lalu dibawa ke Polresta Palembang untuk diproses lebih lanjut.

“Hasil pemeriksaan sementara, kedua tersangka yang sekaligus sebagai pemilik ini megaku baru pertama kali melakukan penyelundupan minyak ilegal ini. Namun kasus ini akan terus kita kembangankan guna mencari dugaan tersangka baru,” katanya.

Baca Juga :   Polisi Amankan 4 Ton Urea Subsidi Tanpa Dokumen

Atas perbuatannya lanjut Harry Dinar, kedua tersangka terancam kurungan penjara selama 4 tahun lantaran sudah melanggar Pasal 53 huruf (b) dan (d) UU RI No. 22 tahun 2001 tentang Migas.

“Tak hanya kurungan penjara, keduanya juga dikenakan denda paling tinggi Rp 30 juta hingga Rp 40 juta,” terangnya.

Sementara kedua tersangka saat diamankan di Polresta Palembang tidak mau memberikan sedikitpun keterangan saat wartawan mewawancarainya. Keduanya hanya tertunduk lesu di ruang pemeriksaan Unit Pidsus Polresta Palembang. (den)

Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Dugaan Korupsi Pupuk PT Pusri Terus Diusut Kejati

Palembang, KoranSN Kejati Sumsel hingga kini masih terus mengusut dugaan kasus korupsi ekspor pupuk non …