Miris! Bekas Sawah Jadi Tempat Pembuangan Sampah Warga



Tampak tumpukan sampah yang meresahkan warga. (foto-sunardi/koransn.com)

Muratara, KoranSN

Sungguh miris, bekas sawah yang berada di Desa Rantau Kadam, Kecamatan Karang Dapo, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) menjadi tempat pembuangan sampah bagi masyarakat desa setempat. Hal ini dikarenakan desa tersebut belum memiliki bak sampah yang bisa digunakan warga untuk membuang sampah rumah tangga maupun sampah lainnya.

Keberadaan sampah yang dulu merupakan sawah dan terletak dekat pemukiman warga tersebut jelas mengganggu, dikarenakan baunya yang menyebar.
Keresahan tersebut disampaikan Ketua BPD Desa Rantau Kadam Saidi Pasolba saat dibincangi wartawan Suara Nusantara, Minggu (3/6/2018).

“Ya, jelas kami terganggu dengan bau sampah tersebut, tapi mau diapakan lagi karena desa kita belum mempunyai bak sampah. Jadi, sampah yang berada disana sudah bertahun-tahun,” kata Saidi Pasolba, Ketua BPD Desa Rantau Kadam.

Ia mengaku sudah mengajukan ke dinas terkait untuk meminta bak sampah yang diperlukan di desa, namun sampai saat ini pengajuan tersebut belum terpenuhi sehingga masyarakat tetap membuang sampah di tempat tersebut.

“Dari tahun 2017 kita sudah mengajukan ke dinas terkait, namun entah mengapa sampai sekarang pengajuan itu belum terpenuhi. Kita juga tidak bisa melarang masyarakat untuk membuang sampah disana, karena sudah bertahun-tahun mereka membuang sampah ditempat itu,” ujarnya.

Ia juga berharap jika ajuan untuk meminta bak sampah dipenuhi jangan sampai kurang dari lima bak sampah, karena melihat sampah yang dibuang warga, sangat banyak.

Baca Juga :   Jaringan Anti Korupsi Bisa Berantas Pungli

“Kalau bisa bak sampah yang berada di Desa Rantau Kadam ini sekitar 10 unit, ya paling tidak lima unit-lah paling sedikitnya. Jadi, mohon dari pemerintah kabupaten yang terkait masalah KKP dapat sesegera mungkin menanggulangi masalah sampah di kami ini,” harapnya.

Saidi khawatir bakal banyaknya bibit penyakit dengan tumpukan sampah tersebut. “Tapi mau diapakan lagi, karena disanalah tempat masyarakat membuang sampah, kita sudah memberi pengarahan tapi masyarakat masih juga membuang sampah disana,” ujarnya.

Sementara, Mifta Farid, Kadus V Desa Rantau Kadam mengatakan, selama ini dirinya selalu membakar sampah yang dibuang oleh masyarakat, namun itu tidak bisa menanggulangi sampah yang dibuang masyarakat karena terlau banyak.

“Selama ini saya coba mencari solusi dengan cara membakar sampah-sampah tersebut untuk menguranginya, namun sepertinya tidak berhasil karena sampah disini banyak sekali,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Dan Pertanahan (DLHP) Kabupaten Muratara Alfirmansyah saat di konfirmasi membenarkan adanya pengajuan masyarakat Desa Rantau Kadam untuk meminta bak sampah sudah dari tahun kemarin. Namun kendala anggaran yang membuat permintaan tersebut belum bisa terpenuhi.

Baca Juga :   Team Mandala Finance Lahat Juara 1

“Jadi, DLHP belum dapat memenuhi permohonan tersebut karena terbatasnya anggaran dan kita juga memprioritaskan usulan ke wilayah yang mempunyai pasar. Mudah-mudahan TAPD dapat mengalokasikan anggaran di DLHP, menambah armada, menambah bak sampah. Walau belum ada TPS 3R, pengangkutan sampah dari desa ke TPA dapat berjalan lancar,” ujarnya.

Masih dikatakan Alfirmansyah, DLHP sudah mensosialisasikan ke desa agar membuat Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di masing-masing dusun yang selanjutnya akan disinergikan dengan program TPS 3R dari KLHK. Jadi bila satu desa ada empat dusun, maka diharapkan memiliki empat TPS

“Untuk TPS itu diminta dianggarkan melalui DD atau ADD, tugas DLHP melakukan kordinasi pengangkutan sampah untuk menuju TPA. DLHP sudah sampaikan surat terkait hal diatas, untuk sampah yg ada di Rantau Kadam diminta agar masyarakat melalui kades untuk GORO, nanti kami akan siapkan untuk pengangkutan ke TPA. Nanti kami akan kordinasikan dengan kades untuk penanggulangan penumpukan sampah tersebut,” pungkasnya. (snd)

Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Karhutlah Sudah Mendekati Pemukiman, Polres OI Lakukan Pencegahan

Indralaya, KoranSN Kebakaran hutan dan lahan (Karhutlah) yang terjadi di Kabupaten Ogan Ilir (OI) berturut-turut …