Miris! Sopir Abaikan Keselamatan Siswa



Tampak para siswa bergelantungan, bahkan naik diatas atap mobil.
Tampak para siswa bergelantungan, bahkan naik diatas atap mobil. (foto/Fahlevi)

Empat Lawang, KoranSN

Kebiasaan buruk siswa di Empat Lawang yang bergelantungan dan naik ke atas atap mobil ketika pergi atau sepulang sekolah sampai saat ini belum bisa dihilangkan. Ironisnya, tidak ada tindakan tegas dari instansi terkait.

Pengamatan SN, pemandangan seperti ini seringkali terlihat di Empat Lawang, dan mayoritas dilakukan oleh siswa menengah pertama dan menengah atas. Mereka tanpa khawatir, meskipun keselamatan mengancam dirinya, Hebatnya lagi, siswa yang bergelantungan dan naik ke atas atap ini tidak hanya siswa lelaki, melainkan siswa perempuan juga.

Kondisi ini mendapat kecaman dari masyarakat. Mereka juga menyayangkan sikap sopir angkutan umum yang tidak melarang siswa siswi tersebut. Masyarakat berharap instansi terkait, terutama pihak kepolisian maupun dinas perhubungan memberikan sanksi tegas ke para sopir yang mengabaikan keselamatan penumpang tersebut.

Baca Juga :   1,5 Bulan Plh, Kurniawan Kini Jabat Pj Bupati

“Ini ada indikasi pembiaran para sopir yang tidak melarang siswa/siswi naik ke atas atap atau bergantungan, karena membahayakan dan memang tidak dibenarkan dalam aturannya. Makanya, pihak terkait harus mengambil tindakan tegas, setidaknya pembelajaran, agar kedepannya tidak terulang lagi,” ungkap Ato, salah seorang warga Empat Lawang, Sabtu (8/10/2016)

Di sisi lain, warga juga tidak bisa memungkiri, karena kurangnya armada membuat hal seperti ini terjadi. Salah satu solusi yang dapat diambil pemerintah, yakni menyiapkan bus sekolah.

“Karena itu tadi (kurang armada.Red) Jadi siswa yang ingin pulang cepat, mereka lebih memilih bergantung atau ke atap, daripada menunggu mobil selanjutnya,” terang Wili, warga lainnya.

Selain Itu, Jon Sala, satu sopir angkutan umum mengakui, banyak para siswa yang begelantungan bahkan naik ke atas atap mobil. Menurutnya, hal itu kembali kepada sopirnya sendiri, kalau dilarang pasti tidak ada siswa yang naik ke atas atap ataupun bergelantungan,

Baca Juga :   David Resmi Gandeng Eduar Kohar di Pilkada Empat Lawang

“Memang mereka masih membayar ongkos, kalau naik mobil saya, ya, saya larang, walaupun masih membayar ongkos, saya takut kalau siswa tersebut jatuh, masih menjadi tanggung jawab sopir, jadi sebelum itu terjadi mendingan dilarang,” ungkapnya. (foy)







Publisher : Anton Wijaya

Lihat Juga

PT Bukit Asam Gelar Workshop Dengan Tema ‘Satu Bumi untuk Masa Depan’

Muara Enim, KoranSN PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menggelar workshop dengan tema ‘Satu Bumi untuk …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.