Mobdin DPRD PALI Dikembalikan dengan Kondisi Penyok dan Kempot

Mobdin anggota DPRD PALI yang terpaksa diganjal kayu karena bamper yang hampir lepas. (Foto-Istimewa)

PALI, KoranSN

Kondisi mobil dinas (Mobdin) pinjam pakai anggota DPRD Kabupaten PALI setelah dikembalikan diantaranya banyak yang mengalami kerusakan di bagian body mobil dan bamper depan.

Dikembalikannya mobil dinas para jajaran legislator tersebut, menyusul adanya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 18 Tahun 2017 tentang keuangan hak DPRD.

Pantauan Suara Nusantara kemarin, sejumlah mobil dinas yang terletak di parkiran Kantor Sat Pol PP Kabupaten PALI ada yang mengalami penyok dan bamper hampir lepas. Selain itu, ada pula anggota DPRD yang sampai saat ini belum mengembalikan mobil dinas ke pihak eksekutif Pemda Kabupaten PALI.

Menanggapi hal itu, Ketua DPRD PALI, Drs H Soemarjono menjelaskan, bahwa DPRD PALI wajib mengembalikan 17 unit Mobdin.

“Kalau untuk di PALI, dari 25 anggota DPRD, yang wajib dikembalikan yaitu 22 unit Mobdin, karena ketiga sisanya masih dipakai untuk pimpinan DPRD. Namun, dari ke 22 unit tersebut, lima unit diantaranya akan digunakan untuk operasional Sekretariat DPRD PALI, sehingga yang wajib dikembalikan ada 17 unit mobil,” terang Soemarjono.

Baca Juga :   Bupati H Askolani Perhatikan Pembangunan, Pelayanan Publik & Kesehatan Warga Pulau Rimau Banyuasin

Terkait satu anggotanya yang belum mengembalikan, politisi PDI Perjuangan itu mengatakan, jika tidak lama lagi mobil itu akan dikembalikan.

“Beliau (anggota DPRD) akan mengembalikannya pada hari Jumat besok. Karena, dari pengakuannya bahwa saat ini masih ada kerjaan, sehingga belum sempat untuk dikembalikan,” terangnya.

Disinggung adanya Mobdin anggota DPRD yang penyok dan kempot? Dijelaskannya, bahwa hal tersebut kembali kepada pribadi dari masing-masing anggota DPRD. Hanya saja, dirinya menyesalkan hal itu bisa terjadi.

“Mestinya kita sesalkan bisa terjadi seperti. Harusnya, ketika diterima baik maka saat dikembalikan kondisi mobdin tersebut baik pula. Namun, bukan berarti kerusakan Mobdin tersebut disengaja oleh anggota DPRD, bisa saja karena faktor jalan, sebab pada saat itu (tahun 2015), masih banyak jalan yang rusak di daerah asal anggota DPRD,” tutupnya seraya berpesan kepada pejabat yang menggunakan Mobdin untuk merawatnya.

Sementara itu, sejumlah anggota legislatif di Bumi Serepat Serasan mengaku belum menerima uang transportasi dari bulan Agustus sampai sekarang yang kisarannya sebesar Rp 14 juta perbulan, meskipun tunjangan uang transportasi itu sudah dibuat dalam bentuk Peraturan Daerah (Perda) PALI, akan tetapi belum didukung Peraturan Bupati (Perbup).

Baca Juga :   Timnas All Star Lumat Tim Old Star Lubuklinggau 10-0

Anggota DPRD Tuti Ilsan SH mengatakan, besaran uang transportasi yang diterima sekitar Rp 14 juta per bulan belum dipotong pajak.

“Sekitar Rp 14 juta per bulan (uang transportasi), Perda sudah ada, Perbup belum, sampai sekarang uang transportasi itu belum dibayar, nantinya uang transportasi dibayar rapel dari bulan Agustus 2017,” kata politisi Partai Demokrat.

“Mobil sudah kita serahkan kepada Pemda PALI, uang transportasi digunakan masing-masing keperluan dewan,” jelas Tuti.

Ditambahkan anggota DPRD PALI, Hairul Mursalin, dengan adanya PP 18 tahun 2017 suka tidak suka harus dijalani karena itu merupakan aturan dari pusat berbentuk PP.

“Suka tidak suka kita menjalankan aturan pusat, sekitar Rp 14 juta uang transportasi belum di potong pajak,” kata Ketua DPC PPP PALI ini.

Dikatakan Hairul, mobil dinas yang bersifat pinjam pakai itu, sudah diserahkan kepada Pemda PALI satu bulan yang lalu.

Sementara itu, Kepala Bagian (Kabag) Perlengkapan Sekretariat Daerah (Setda) PALI, Jayak tidak bisa dihubungi terkait berapa jumlah mobil yang sudah diserahkan oleh anggota DPRD PALI. Begitu juga Short Massega Service (SMS) juga tak dijawab. (ans)



Publisher : Apriandi

Lihat Juga

Kemenkumham Sumsel Verifikasi Kepuasan Pelayanan di Lapas Lubuklinggau

Lubuklinggau, KoranSN Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera …

error: Content is protected !!