Mobil Ditarik Paksa, Wahyudi Polisikan Sejumlah Oknum Debt Collector







Korban didampingi kuasa hukumnya saat membuat pengaduan di SPK Terpadu Polresta Palembang. (foto-deni/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Diduga menjadi korban perampasan paksa sejumlah oknum penagih hutang atau debt collector dari salah satu perusahaan leasing di Palembang, Wahyudi (44), warga Jalan Jendral Sudirman No 37 RT 04 RW 03 Kelurahan Muara Dua Kecamatan Prabumulih Timur, kemarin melapor ke SPK Terpadu Polresta Palembang.

Menurut keterangan korban saat membuat pengaduan, peristiwa naas tersebut bermula saat Rudial, sopirnya yang membawa mobil truck BG 8252 MJ miliknya hendak masuk kedalam mobil yang sedang terparkir didepan salah satu rumah makan di kawasan Kecamatan Gandus.

“Ketika sopir saya baru selesai makan dan hendak menuju ke truk, tiba-tiba kurang lebih lima belas orang pelaku yang diduga
debt collector mendatangi sopirnya yang bernama Rudial tersebut, hendak mengambil paksa mobil miliknya yang sedang terparkir,” terang Wahyudi ketika didampingi kuasa hukumnya, Aminuddin SH MH saat membuat pengaduan di Polresta Palembang.

Dilanjutkannya, karena tak terima mobil akan diambil para pelaku, Rudial lantas menghalangi upaya pelaku. Hal itu, lantas membuat pelaku geram hingga sebagian pelaku langsung merampas paksa kunci kontak yang masih dalam genggaman tangan dan sebagian lagi diduga memukuli Rudial.

“Sopir saya yang mencoba menghalangi pelaku, sempat dibawa ke dalam sebuah mobil lain berplat polisi BH 1512 AJ. Menurut cerita sopir saya, didalam mobil tersebut, dirinya dicecar bermacam pertanyaan dan diajak mutar-mutar lalu diturunkan di kawasan Musi II,” katanya.

Baca Juga :   Bocah 10 Tahun Dicabuli Ayah Kandung

Sementara, Aminuddin SH MH selaku kuasa hukum korban mengatakan, jelas ini perampokan dan merugikan kliennya. Walaupun kliennya ada sangkutan dengan pihak leasing, seharusnya mereka tidak berbuat seperti ini.

“Bukankah Kementerian Keuangan telah mengeluarkan peraturan yang melarang leasing atau perusahaan pembiayaan untuk menarik secara paksa kendaraan dari nasabah yang menunggak kredit kendaraan. Itu jelas tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No.130/PMK.010/ 2012 tentang pendaftaran Fidusia,” bebernya.

Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara membenarkan adanya laporan tersebut. “Kasus ini masih dalam proses penyelidikan,” singkatnya. (den)







Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Gakkum KLHK dan Bakamla Gagalkan Penyelundupan Kayu Ilegal

Makassar, KoranSN Tim Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Wilayah Sulawesi bersinergi …

error: Content is protected !!