Mobil Sofyan Driver Taksi Online yang Dibunuh Terdeteksi Berada di Jambi







Wakapolda Sumsel, Brigjen Pol Bimo Anggoro Seno saat menyerahkan jenazah korban Sofyan ke pihak keluarga. (Foto-Dedy/KoranSN)

Palembang, KoranSN

Wakapolda Sumsel, Brigjen Pol Bimo Anggoro Seno, Jumat (16/11/2018) mengatakan, mobil milik korban Sofyan (47), driver taksi online yang dirampok dan dibunuh oleh empat pelaku mobilnya terdeteksi di Jambi.

Diketahui, korban Sofyan dirampok lalu dibunuh oleh empat pelaku yang merupakan penumpang korban di Simpang Bandara Palembang.

Adapun keempat pelaku tersebut yakni; tersangka Ridwan (tertangkap), Fran dan Acun (menyerahkan diri) serta pelaku Akbar (DPO). Usai membunuh korban selanjutnya para pelaku membuang jenazah korban dan membawa kabur mobil korban.

“Mobil korban ini dibawa kabur pelaku Akbar yang kini masih buron. Saat ini mobil korban terdeteksi berada di Jambi. Dari itulah anggota kini masih mencari mobil tersebut, termasuk memburu pelaku Akbar yang belum tertangkap,” kata Wakapolda saat menggelar jumpa pers penyerahan jenazah korban ke pihak keluarga di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang.

Diungkapkan Wakapolda, dari hasil pemeriksaan terhadap tiga pelaku yang diamankan yakni; Ridwan alias Rido (42), warga Desa Batu Gajah Kecamatan Rupit Kabupaten Muratara, Franata Ariwibowo alias Fran (18), warga Dusun II Desa Kertasari Kecamatan Karang Dapo Muratara dan Acundra alias Acun (21), warga Dusun V Desa Kertasari Kecamatan Karang Dapo, diketahui jika motif para tersangka membunuh korban yakni untuk merampas mobil korban.

Baca Juga :   Sidang Dugaan Korupsi PDPDE Sumsel, Ahli Sebut Pengelolaan Gas Tak Bisa Diserahkan ke Pihak Ketiga
Jenazah korban Sofyan saat hendak dibawa keluraga ke rumah duka usai menjalani pemeriksaan forensik di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang.

“Jadi para pelaku ini memang sudah merencanakan aksi perampokan dan pembunuhan tersebut. Sementara untuk otak pelakunya siapa, kita belum ketahui. Sebab, dalam pemeriksaan ketiga pelaku yang diamankan ini saling tunjuk saat diajukan pertanyaan tersebut. Untuk itu kami masih melakukan pengembangan,” ujarnya.

Lanjut Wakapolda, selain itu pihaknya juga belum mengetahui saat kejadian kepala korban dipukuli pelaku menggunakan benda apa. Sebab, sampai saat ini polisi masih terus memeriksa ketiga pelaku yang diamankan tersebut.

“Memang dari hasil pemeriksaan Dokter Forensik diketahui jika kepala korban retak, bahkan ada tulang di kepala dan rahang pipi korban yang patah. Tentunya hal tersebut karena saat kejadian kepala dan wajah korban dipukuli para pelaku dengan benda keras, namun apakah benda tersebut, saat ini masih dalam penyelidikan. Namun yang jelas nanti, saat rekonstruksi pembunuhan korban ini digelar penyidik, barulah semuanya akan terungkap,” tandas Wakapolda.

Baca Juga :   Basarnas Temukan Warga Palembang yang Tenggelam Saat Lebaran

Sementara Kgs H Abdul Roni (70), ayah korban Sofyan mengungkapkan, jika pihak keluarga berharap agar para pelaku pembunuhan korban dapat segera ditangkap dan diproses hukum.

“Kami meminta kepada penegak hukum jika semua pelaku telah ditangkap agar dijatuhkan hukuman pidana yang setimpal dan berat. Sementara untuk jenazah korban akan dimakamkan hari ini juga di TPU Kebun Bunga Kecamatan Sukarami Palembang,” ungkapnya.

Untuk diketahui, terungkapnya kasus ini setelah istri korban yakni Fitriani (32), didampingi keluarganya, Selasa lalu (30/10/2018) melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Polda Sumsel lantaran Sofyan tak kunjung pulang ke rumah. Laporan tersebut diterima pihak kepolisian dengan bukti laporan Nomor: LPB/862/X/2018/SPKT Polda Sumsel.

Menindaklanjuti laporan korban kemudian Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara membentuk tim untuk menyelidiki kasus tersebut. Hasilnya, Minggu (11/11/2018) pukul 20.30 WIB salah satu pelaku yakni; Ridwan (42) berhasil ditangkap di kawasan Desa Sungai Lanang Kecamatan Rawas Ulu Muratara.

Usai ditangkapnya Ridwan, lalu polisi melakukan pemeriksaan kepada tersangka hingga akhirnya jenazah korban ditemukan sudah dalam kondisi tidak untuh lagi. (ded)







Publisher : Apriandi

Lihat Juga

Kejati Sumsel Tegaskan Penyidikan Dugaan Korupsi LRT Terus Berlanjut, Jaksa Sedang Dalami Proses Penyidikan

Palembang, KoranSN Kasi Penerangan dan Hukum (Penkum) Kejati Sumsel, Vanny Yulia Eka Sari SH MH …

error: Content is protected !!