Mobil Terbang di Depan Masjid AlKautsar Abdul Jalil Simpang Tais



Minibus yang terbang masuk ke rawa-rawa. (foto-anasrul/koransn.com)

PALI, KoranSN

Bagi para pengendara yang baru pertama kali masuk ke Kota Pendopo Kabupaten PALI harus ekstra waspada. Terutama, ketika sudah memasuki Desa Simpang Tais Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI.

Pasalnya, di jalan poros utama kabupaten PALI tersebut tepatnya di depan Masjid AlKautsar Abdul Jalil itu, ada satu titik yang sangat rawan kecelakaan.

Hal itu dikarenakan, bangunan cor jalan provinsi tersebut memiliki ketinggian yang sangat membahayakan.
Pantauan SN, tingginya peningkatan cor beton jalan lebih dari 50 cm dengan panjang sekitar 100 meter. Sehingga, bagi pengendara yang tidak tahu medan jalan, bisa-bisa terbang seperti yang dialami oleh mini bus ini pada Senin malam kemarin (19/2/2018).

Sebuah mini bus berwarna coklat itu terbang akibat tingginya cor beton. Disamping itu juga, tidak adanya rambu-rambu lalulintas menambah deretan panjang penyebab kecelakaan tersebut.

“Senin malam (19/2/2018) diperkirakan pada pukul 19.30 mobil Avanza BG 1817 DD kecelakaan saya menduga sopir itu tidak hafal kondisi jalan di PALI ini, karena mobil itu melaju dengan kecepatan tinggi dari arah pendopo, tiba tiba mobil itu jumping dan hilang kendali, akhirnya breaaak. Terdengar suara benturan dan masuk rawa rawa,” kata Sumardi (35), warga Desa Simpang Tais, Rabu (21/2/2018).

Dikatakan Sumardi jalan di depan masjid itu, jalannya bergelombang dikarenakan ada peningkatan jalan cor beton yang lumayan cukup tinggi berbentuk tanggul.

Kalau Sopir tidak waspada dan hafal jalan bisa menyebabkan kecelakaan akibat terjebak dan kejadian ini bukan yang kali pertama. Namun, banyak kendaraan terjebak medan jalan.

Baca Juga :   Dugaan Korupsi PT SMS BUMD Pemprov Sumsel, K-MAKI: Kegiatan Pengangkutan Batu Bara Diduga Tak Berizin

“Sudah banyak kendaraan terjebak di jalan cor benton, tinggi itu, jalan ini lurus dan aspal depan masjid ada cor beton, maksud di tingginya jalan bagus, karena dataran rendah jadi kalau hujan jalan itu digenangi air, dengan di cor beton jalan jadi tinggi tapi untuk pengendara baru sering mengalami kecelakaan karena tak ada peningkatan jalan,” jelas Sumardi.

Senada, Herman warga setempat pun juga mengeluhkan tingginya bangunan cor beton yang dibangun oleh pemerintah itu.

“Jelas bahayo pak. Jingoklah dewek, tinggi nian. Harusnyo sambungan jalan cor itu dibuat landai. Jadi roda dua dan roda empat aman melintasinya,” tukasnya. (ans)







Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

KPK Tetapkan 21 Tersangka Korupsi Dana Hibah Pokmas Jawa Timur

Jakarta, KoranSN Tim Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan 21 tersangka dalam pengembangan penyidikan dugaan …

    error: Content is protected !!