MUI: Pancasila Bukan Agama Ataupun Sekularisme

Beberapa murid SD Negeri 3 Kedaung, bermain di sekitar patung Pancasila di halaman sekolah mereka, Kedaung, Sepatan Timur, Kab. Tangerang, Bante, Senin (1/10/2012).(foto-antara)

Jakarta, KoranSN

Sekretaris Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia Noor Achmad mengatakan Pancasila tidak membentuk Indonesia menjadi negara agama ataupun sekular.

“Apa yang kita sepakati bersama melalui Pancasila, bukan menjadikan negara sekuler dan bukan negara berdasar agama,” kata Noor dalam diskusi daring Inter Religious Council (IRC) Indonesia yang dipantau dari Jakarta, Selasa (30/6).

Menurut dia, terbentuknya Pancasila memiliki proses yang tidak sederhana untuk menjadi dasar negara karena melewati proses tarik ulur antarsesama elemen bangsa untuk menjadi kesepakatan bersama.

Dia mengatakan Pancasila lahir dari nilai luhur Indonesia, bukan impor dari filsafat dunia yang berkembang, seperti sosialisme dan kapitalisme.

Baca Juga :   Pesan Jokowi ke Para Menteri: Dari Pemberantasan Korupsi, Deradikalisasi Sampai Sepak Bola

Untuk itu, kata dia, perlu dipertegas bahwa Pancasila sifatnya mengakomodir agama dalam berbangsa, tetapi tidak menjadikan negara berideologi agama tertentu. Meski begitu, Pancasila tidak menjadikan Indonesia sebagai negara sekular yang memisahkan agama dari kenegaraan.

Noor mengatakan Pancasila saat ini sudah final sehingga tidak perlu lagi dibenturkan konsep antara agama dan negara dalam dasar negara.

“Pancasila itu membuat perdebatan hubungan agama dan negara sudah selesai. Saat sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan KemerdekaanIndonesia (BPUPKI), perumusan Pancasila sudah selesai, sudah menjadi kesepakatan. Artinya dengan tidak menerima Piagam Jakarta mengubahnya menjadi sila Ketuhanan YME mencerminkan di Indonesia tidak ada negara agama, sekaligus tidak sekular,” kata dia. (antara/awj)

Baca Juga :   Kerugian Gempa dan Tsunami di Sulteng Capai Rp18 Triliun
Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Minggu Tenang, Saatnya Berefleksi Jelang Memilih

Jakarta, KoranSN Dua orang sejoli itu tampak berbicara akrab dari balik sambungan telepon seluler masing-masing. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.