MUI & Tokoh Agama Pagaralam Minta Bandar Narkoba Dihukum Mati

Ketua MUI Pagaralam, Masrul Aminullah. (foto/Asnadi)
Ketua MUI Pagaralam, Masrul Aminullah. (foto/Asnadi)

Pagaralam, KoranSN

Majelis Ulama Indonesia (MUT), LDII dan Muhamadiyah Kota Pagaralam, mendesak tesangka bandar besar narkoba Jonson dan Entong, Citrawati dan Sumarto dihukum maksimal atau seberat-beratnya termasuk hukuman mati, karena sudah banyak yang menjadi korban termasuk kalangan pelajar dan generasi muda.

Hal ini diungkapkan Ketua MUI Kota Pagaralam, Masrul Aminullah, Senin (14/3/2016).

“Kami tercengang dengan adanya bandar narkoba yang sangat besar di Kota Pagaralam dan saat ini sudah berhasil ditangkap polisi,” kata Masrul.

Masrul mengaku, telah memanggil seluruh Ormas dan ketua Ormas Kota Pagaralam, Ketua Muhammadiyah, Ketua NU, Ketua LDII, dan tokoh tokoh masyarakat intinya sepakat karena masyarakat meminta agar bandar narkoba (Entong) di hukum dengan seberat beratnya, termasuk hukuman mati.

“Kami sudah ada kesepakatan dengan bentuk tulisan di peruntukan untuk kejari, kapolres dan Pengadilan Negeri, agar proses hukum terhadap para bandar narkoba dihukum seberat-beratnya,” kata dia.

Ia mengatakan, dalam segi agama jelas agama melarang mabuk mabukan, miras apalagi narkoba, disamping itu merusak generasi masa depan bangsa dimana generasi mudalah nantinya yang akan meneruskan memimpin bangsa ini.

“Hukuman bagi pengedar atau bandar narkoba agar dihukum seberat beranya dimana pelaku ataupun pengedar lainnya bisa membuatnya jera,” kata dia.

Dia mengatakan, bisa dibayangkan berapa jumlah anak-anak muda sudah menjadi korban narkoba jaringan Entong ini, belum lagi masyarakat umum.

“Agar generasi muda Indonesia khususnya di Kota Pagaralam ini tersematkan dari bahaya pemakaiyan narkoba, tentunya baik pengedar dan bandar harus dimusnakan,” kata dia.

Baca Juga :   BPN OI Lantik Petugas PTSL

Ditambahkan, Ketua LDII H Suyatno Abidin, kalau tidak dihukum berat tidak akan ada efek jera termasuk mengurangi para pengedar di Pagaralam.

“Kami minta agar mereka yang sudah ditangkap polisi terutama bandar narkoba dihukum maksimal sesuai dengan pasal-pasal tentang peredaran narkoba,” ungkap dia.

Suyatno mengatakan, penangkapan bandar narkoba dan penerapan hukuman berat akan dapat mengurangi peredarannya di Pagaralam, karena saat ini korban sudah merambah ke semua lini masyarakat.

Sementara itu Ketua PP Muhamadiayah Kota Pagaralam, H Dimyati Rais mengatakan, penerapan hukuman berat memang perlu dilakukan agar peredaran narkoba di Pagaralam berkurang.

“Kita minta aparat penegak hukum, menegakkan hukuman bagi bandar narkoba tersebut sesuai dengan UU dan hukuman berlaku,” ungkap dia. (asn)





Publisher : Anton Wijaya

Lihat Juga

Koramil, Polres dan Pemkab Kolaborasi Lakukan Karya Bakti

PALI, KoranSN Koramil 0404 – 03 Talang Ubi bersama Polres serta Pemerintah kabupaten Penukal Abab …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!