Muratara Masih Kekurangan 7 Ribu ASN



Sudartoni, Kepala BKP-SDM Muratara. (Foto-Sunardi/Dok/Koransn)

Muratara, KoranSN

Kepala BKP-SDM Muratara, Sudartoni mengatakan, jumlah ideal Aparatur Sipil Negara (ASN) di satu kabupaten yakni sekitar 9000 ASN. Namun, untuk di Muratara saat ini baru didapati sekitar 1800 ASN, dengan demikian Kabupaten Muratara masih kekurangan sekitar 7000 ASN.

Terkait hal itu, pihaknya sudah mendapatkan informasi jika nantinya bakal adanya rekrutmen CPNS di tahun 2018.

“Saya juga sudah dengar informasi itu. Di Muratara kita sedang mempersiapkan data kebutuhan pegawai, yang saat ini dilakukan oleh Orbansos. Sebab untuk ASN di wilayah kita memang kekurangan,” ungkapnya.

Untuk kebutuhan ASN, lanjut Sudartoni, di Muratara sendiri paling banyak di bidang struktural eselon IV, tenaga kesehatan, tenaga pendidik, tenaga medis rumah sakit dan tenaga medis Puskesmas.

Menurutnya, kendati kondisi ASN Muratara jauh lebih sedikit namun pihaknya mengklaim masih dapat menjalankan roda pemerintahan dengan sejumlah bantuan dari para pegawai Tenaga Kerja Sukarela (TKS).

Baca Juga :   PLN UP3 Ogan Ilir Ajak Insan Pers Bersinergi

“Walaupun kurang pegawai, kita tetap bisa menjalankan roda pemerintahan. Kita harap informasi pencabutan moraturium rekrutmen CPNS di 2018 benar dan bisa secepatnya diselenggarakan,” ucapnya.

Sambungnya, setidaknya setiap bulan Pemda Muratara mengalami pengurangan pegawai, lantaran banyak pegawai di Daerah Otonomi Baru ini masuk masa pensiun.

“Dalam satu bulan ada sekitar 4-5 pegawai kita yang pensiun. Kita harap warga terus memantau informasi dari BKN, maupun Kemenpan, sehingga bisa mengikuti seleksi tes CPNS,” ujarnya.

Dia menginformasikan, selain pembukaan moraturium CPNS jalur umum, informasi mengenai rekrutmen CPNS dari kementerian juga masih sangat diminati masyarakat.

“Kemarin banyak pembukaan CPNS dari jalur kementerian. Alhamdulilah, banyak masyarakat dari wilayah kita yang lulus seleksi. Jadi tidak selalu CPNS dari jalur umum yang di minati warga, tapi dari jalur khusus juga banyak,” tutupnya.

Sementara Kritianto (29), warga Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara menuturkan, dia sangat menanti pembukaan rekrutmen CPNS dari jalur umum.

Baca Juga :   Ratusan TKS Candi Bumi Ayu 'Serbu' Kantor Disporapar PALI

“Banyak lulusan sarjana saat ini masih menunggu informasi pembukaan CPNS Jalur Umum. Khusus di daerah kabupaten tentu, peluang penerimaan lebih besar dan profesi ASN itu dianggap peluang favorit,” katanya.

Menurutnya, ada beberapa keuntungan menjadi PNS, yang tidak didapati dalam profesi lainnya. Diantaranya, gaji yang tetap, jenjang karier yang pasti, tunjangan hidup dan pensiun.

“Kalau kerja swasta kita belum tentu dapat tunjangan pensiun, dan jaminan lainnya. Jadi wajar, jika antusias warga banyak yang berminat mengikuti tes CPNS karena di sana banyak keuntungan,” ujarnya.

Dia berharap, pemerintah pusat secepatnya mencabut moraturium rekrutmen CPNS di tingkat daerah. Sehingga, peluang masyarakat di tingkat kabupaten untuk mengikuti seleksi CPNS dan mengabdi ke negara lebih besar.

“PNS di wilayah kita sangat minim, belum ditambah banyak PNS yang pensiun. Kami juga ingin mengabdi ke negara dengan menjadi bagian dalam tubuh pemerintahan. Harapan kami, pemberlakukan moraturium segera dicabut,” pungkasnya. (snd)



Publisher : Apriandi

Lihat Juga

Bupati Panca Janjikan Umroh Untuk Dewan Hakim dan Juara MTQ

Indralaya,KoranSN Untuk memberikan penghargaan dan motivasi terhadap Dewan hakim dan pemenang peserta MTQ XXX tingkat …

error: Content is protected !!