Murid MI Az-zahir Palembang Belajar Disekat Triplek

Tampak, para siswa siswi saat hendak pulang usai mengikuti aktivitas belajar di sekolah. (foto-deni/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Kondisi Gedung Sekolah Madrasah Ibtidaiyah (MI) Az-zahir Palembang yang berlokasi di Jalan Bungaran V RT 14 Kelurahan 8 Ulu Kecamatan SU I Palembang sangat memprihatinkan.

Pasalnya, sekolah yang memiliki visi mewujudkan peserta didik yang beriman, bertaqwa, berakhlak mulia, berilmu, cerdas dan terampil ini, harus mensekat satu persatu lokal kelas menggunakan triplek agar para murid bisa belajar, walaupun dengan fasilitas jauh dari kata memadai.

Adrian, salah satu guru di MI Az-zahir, Kamis (15/11/2018) menerangkan, penyekatan lokal kelas terpaksa dilakukan pihak yayasan karena tidak adanya ruangan lagi untuk murid melakukan aktivitas belajar.

“Di sini ada delapan lokal kelas Mas! Yang semuanya terpaksa kita sekat menggunakan triplek. Jadi satu lokal berisikan murid sebanyak 24 sampai 30 murid, satu lokalnya ada dua guru yang mengajar dengan beda kelas. Sulitnya mengajar namun harus tetap kita lakukan, yakni dimana saat kita menjelaskan di depan, siswa kelas lainnya yang hanya tutupi triplek ribut sehingga mengganggu aktivitas belajar. Mau gimana lagi, karena beginilah kondisi ruangan kelas di sini,” jelasnya.

Baca Juga :   Gubernur Sumsel Dorong Eksistensi Pemuda Muhammadiyah
Sebab lokal kelas harus disekat menggunakan triplek agar para murid bisa belajar.

Sedangkan, Ketua Yayasan MI Az-zahir Ujang sangat berharap ada perhatian dari pemerintah untuk menambah ruang kelas baru di yayasannya, mengingat kondisi lokal kelas yayasan sudah tak mampu lagi menampung antusias siswa yang ingin menuntut ilmu.

“Setiap ruangan yang hanya berukuran 7×7 meter disekat menjadi dua ruangan. Terlebih minat siswa yang ingin sekolah di sini banyak, tapi ruangan yang tersedia tidak memadai. Memang tidak efektif siswa belajar dengan kondisi yang seperti itu, jadi kita harap kalau bisa ada perhatian pemerintah untuk penambahan ruang kelas baru,” harapnya.

Diterangkannya, demi memperjuangkan penambahan kelas, pihak yayasan terpaksa meminta infak secara sukarela dari para siswa di setiap hari jumat. Uang yang terkumpul, sedikit demi sedikit digunakan untuk pembangunan lokal baru.

Baca Juga :   Cuaca Buruk Ganggu Pengerjaan LRT

“Ya, kita di setiap jumat ada infak dari siswa secara sukarela, uangnya kita kumpulkan dan jika dirasa cukup nantinya akan digunakan untuk pembanguan kelas baru. Di yayasan ini ada 17 guru yang semuanya bukan PNS. Di sini selain minimnya ruang belajar, kita juga kekurangan hingga memanfaat kursi dan meja belajar yang sudah lama. Bahkan selama ini belum pernah ada yang memerhatikan pihak sekolah, kita sudah berupaya mencari donatur dan mengajukan ke sana-sini, namun hingga sekarang belum mendapatkan respon,” terangnya. (den)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Sehari, 39 Warga Positif Corona 1 Meninggal

Palembang, KoranSN Berdasarkan data dari Kasi Surveillans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Sumsel, Yusri jika dalam …