Musim Kemarau Tiba, Petani Karet Semakin Menderita









Menimbang Karet – petani karet saat melakukan penimbangan karet di pasar karet Desa Jerambah Besi. (foto-anansrul/koransn.com)

PALI, KoranSN

Semakin merosotnya harga getah karet ditambah menurunnya produksi getah karena telah memasuki musim kemarau, menambah penderitaan petani karet di wilayah Bumi Serepat Serasan saat ini. Dimana perkebunan karet milik warga di daerah Kabupaten PALI terlihat daunnya sudah menguning.

Keluhan beragam pun muncul ditengah-tengah masyarakat yang kesehariannya sebagai petani karet, sebab harga getah yang kian hari kian jatuh tidak sebanding dengan harga kebutuhan pokok saat ini, apalagi saat bulan puasa dan jelang lebaran, lonjakan harga kebutuhan pokok terus merangkak setiap harinya.

“Minggu ini harga getah mingguan cuma Rp 6.200 perkilogram, harga itu turun dari minggu lalu yang mencapai Rp 6.500 perkilogram. Tapi kalau harga kebutuhan pokok serta sayuran mahalnya minta ampun, setiap hari pasti naik,” ungkap Mahmud (26), salah satu warga Desa Persiapan Jerambah Besi Kecamatan Talang Ubi, Kamis (8/6/2017).

Baca Juga :   Bantuan Korban Banjir Mulai Berdatangan

Keluhan sama diutarakan Amirudin, warga desa yang sama. Selain harganya semakin turun kini kemarau telah tiba, otomatis tetesan getah kian sedikit.

“Biasa kami dapat 100 kilogram getah apabila cuaca normal,saat ini paling dapat 75 kilogram dalam satu minggunya.Sebab kemarau telah tiba dan hujan sudah jarang turun, sebentar lagi pasti gugur daun,” keluhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian PALI, Torus Simbolon mengatakan, pihaknya akan berupaya membantu petani karet dalam menanggulangi jatuhnya harga karet.

“Tahun depan akan kita anggarkan bantuan pupuk serta bibit untuk petani karet di kabupaten PALI, serta kita terus lakukan pembinaan terhadap petani dalam mengelola kebunnya, agar produksi getah terus meningkat. Jadi meskipun harganya murah, tetapi kalau produksinya banyak, pasti petani tidak terlalu kena dampaknya,” jelasnya.

Baca Juga :   Gelar Semester Ganjil, Kampus B IAI Al-Azhar Mulai Dilirik Masyarakat

Sebelumnya, Bupati PALI, Heri Amalindo menghimbau kepada para petani untuk bisa menunjukan kualitas hasil taninya, apabila ingin harga jual lebih tinggi.

“Sebagian besar warga kita adalah petani karet. Disini, kita minta para petani untuk meningkatkan kualitas hasil taninya agar harga bisa tinggi,” harapnya. (ans)





Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

DPRD OKI Gelar Paripurna Pidato Presiden

Kayuagung, KoranSN Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ogan Komering Ilir menggelar rapat paripurna dengan …