Naikkan Keuntungan Tidak Sesuai Pedagang Bisa Dipidana





Harga daging di beberapa pasar di Kota Palembang sempat melonjak naik jelang Ramadhan hingga Rp 170 ribu/Kg, namun di hari ke empat Ramadhan, Minggu (20/5/2018) harga daging di Pasar Induk Jakabaring relatif stabil yakni diharga Rp 120-125 ribu/Kg. (foto-ferdinand/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Satgas Pangan Polda Sumsel terus memonitor harga Sembako di pasar-pasar yang berada di Sumsel. Apabila ditemukan pelanggaran seperti adanya pedagang yang sengaja menaikan keuntungan dengan harga yang tidak sesuai dari ketetapan pemerintah maka pedagang tersebut dapat dipidana.

Demikian ditegaskan Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumsel, Kombes Pol Zulkarnain, kemarin.
Menurutnya, dalam memonitor harga-harga Sembako tersebut dirinya juga telah memerintahkan seluruh Kasat Reskrim di Polresta dan Polres-Polres di Sumsel untuk terus melakukan pemantauan di pasar-pasar.

“Jadi, seluruh Kasat Reskim di Sumsel semuanya kita arahkan agar melakukan pengecekan di pasar guna mengantisipasi terjadinya kenaikan harga Sembako yang tidak sesuai hingga merugikan masyarakat,” ungkapnya.

Masih dikatakan Zulkarnain, tujuan memonitor harga Sembako dilakukan Satgas Pangan Polda Sumsel guna mengantisipasi kelangkaan dan keniakan harga yang tidak sesuai aturan dalam bulan suci Romadhan dan menjelang hari raya Idul Fitri.

“Kelangkaan dan kenaikan harga Sembako yang menyalahi aturan terjadi biasanya karena adanya permintaan (pembelian masyarakat) yang meningkat, sementara pedagang yang nakal memanfaatkan hal tersebut dengan menaikan keuntungan yang tidak sesuai dengan aturan pemerintah, melakukan penimbunan hingga menghambat distribusi. Jika terbukti ada pedagang seperti itu maka sanksinya yakni pidana dan dijerat dengan UU Pangan,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Satgas Pangan Polda Sumsel bersama DPRD Provinsi Sumsel, Bulog Divre Sumsel Babel, Dinas Perdagangan Provinsi, Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Sumsel dan Dinas Kelautan dan Perikanan Sumsel telah menggelar Sidak di tiga pasar tradisional di Kota Palembang. Ketiga pasar tersebut yakni; Pasar Lemabang, Pasar Perumnas, Pasar Km 5, dan berakhir di Kantor Perum Bulog Divre Sumsel Babel.

“Dalam Sidak ini kita menggandeng Bulog, Satgas Pangan Polda dan instansi terkait. Sekarang sudah ada kenaikan harga tapi masih wajar,” kata Wakil Ketua DPRD Sumsel M. Yansuri diwawancarai usai melakukan sidak.

Menurut Yansuri, jika kenaikan harga pangan sudah sangat tinggi atau dibatas normal, maka pihaknya akan meminta bantuan Bulog untuk menyiapkan pasar murah. Selain itu, jika barangnya tidak ada maka patut dicurigai adanya penimbunan.

Baca Juga :   Ratu Dewa: Libatkan UMKM Dalam Pariwisata

“Kalau kenaikan harga tinggi kita sepakat ada pasar murah. Tapi kalau pangan ketersediannya menghilang kita minta bantu Tim Satgas Pangan dari Polda, itu bisa saja ditimbun. Seperti gula, bawang,” ujarnya.

Yansuri juga menuturkan, pihaknya bersama tim terkait akan terus memantau harga dan ketersediaan pangan di pasar. Bahkan menjelang Idul Fitri pihaknya juga akan kembali menggelar Sidak.

Sementara Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Sumsel, Yustianus mengungkapkan, menjelang puasa ada peningkatan permintaan dari masyarakat sehingga berakibat harga naik, salah satunya harga daging ayam. Dari asosiasi pedagang unggas, ayam banyak yang belum dewasa dan stok digudang juga kosong.

“Biso saja pedagang ambil keuntungan ketika banyak yang idak jual. Harga ayam saat ini terpantau di kisaran Rp 42- Rp 45 ribu perkilogram. Kalau harga eceran tertingginya (HET) Rp 33 ribu perkilogram. Tapi jelang lebaran, harga bisa kembali normal karena ayam sudah ada,” tandasnya. (ded/awj)







Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Terima Kunjungan Tenaga Ahli KSP, Kakanwil Kemenkumham Sumsel Bahas Ini

Palembang, KoranSN Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Selatan, Dr Ilham Djaya menerima …

error: Content is protected !!