Nama Baik Tercemar, Polisi Lapor Balik ke Polresta Palembang







Kuasa Hukum ‘A’ usai membuat laporan di Polresta Palembang. (foto-deni/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Anggota polisi berinisial ‘A’ (23) yang tinggal di Kelurahan Sako Kecamatan Sako Palembang, Selasa (4/9/2018) mendatangi SPK Terpadu Polresta Palembang. ‘A’ melapor balik atas laporan ‘SS’ (30), seorang wanita yang sebelumnya membuat laporan di Polda Sumsel.

Pelapor ‘A’ menduga jika laporan ‘SS’ diduga laporan palsu hingga membuat nama baiknya tercemar. Untuk itulah pelapor didampingi kuasa hukumnya, Rohman Hasyim SH terpaksa melaporkan wanita tersebut karena isi laporan tersebut sudah menyudutkan ‘A’.

Menurut cerita korban saat membuat laporan, dirinya tidak senang karena dalam laporan ‘SS’ tersebut berisikan tuduhan jika dirinya sudah melakukan perbuatan pidana dengan dugaan menculik dan menganiaya serta pengancaman terhadap adik terlapor ‘SS’ berinisial ‘MR’, yang mengakibatkan nama baiknya tercemar.

Padahal kondisi sebenarnya, lanjut pelapor melalui kuasa hukumnya jika di peristiwa, Kamis lalu (30/8/2018) tersebut bukan seperti laporan terlapor ‘SS’ di Polda Sumsel, melainkan waktu itu adik pelapor ‘SS’ yakni ‘MR’ bertemu ‘A’ di salah satu tempat hiburan malam di Jalan Basuki Rahmat.

“Di sana klien saya bertemu adik terlapor. Karena adik terlapor meminta untuk diantarkan ke sebuah hotel di kawasan Rajawali. Niat ingin menolong, klien saya lantas mengantarnya ke lokasi tersebut. Di sana ternyata sudah menunggu teman ‘MR’ lainnya dan langsung melakukan pengeroyokan terhadap klien saya,” jelas kuasa hukum pelapor.

Masih kata Rohman, kliennya sempat ingin memberikan perlawanan dengan mengaku jika ia seorang polisi. Namun salah satu teman ‘MR’ malah semakin geram dan mengatakan jika mereka merupakan keluarga dari petinggi kepolisian.

“Mendengar itu, klien saya lantas terdiam hingga tidak berani melakukan perlawanan. Terlapor dan teman-temannya semakin bringas mengeroyoki klien saya, yang saat itu hanya pasrah tidak bisa berbuat untuk melawan,” jelasnya.

Setelah itu adik ‘SS’, yakni ‘MR’ bersama ‘A’ berhasil melarikan diri dan langsung membawa mobil menjauh dari para pelaku pengeroyokan. Ditengah perjalanan ternyata mobil yang ditumpangi ‘A’ dan ‘MR’ terlibat kecelakaan tunggal menabrak warung-warung yang berlokasi di kawasan Jalan Bangau Palembang.

Baca Juga :   Polda Sumsel Selidiki Unsur Pidana Kebakaran Lahan di Tol Palindra Ogan Ilir

“Mengetahui, mobil klien saya tabrakan, para pelaku tadi langsung merapat ke lokasi tempat klien saya kecelakaan. Disana mereka (pelaku) terus mengeroyoki klien saya hingga klien saya mengalami beberapa luka lebam di sekujur tubuhnya,” katanya.

Beruntung, di lokasi nyawa ‘A’ bisa diselamatkan setelah saat kejadian ada petugas kepolisian yang sedang berpatroli melerai keributan pelapor dengan para pelaku pengeroyokan tersebut.

“Adanya laporan yang dibuat terlapor ‘SS’ di Polda Sumsel tersebut sudah mencemarkan nama baik klien saya, sehingga klien saya memutuskan untuk melaporkan balik wanita itu ke Polresta Palembang,” ungkapnya.

Sementara KA SPK Terpadu Polresta Palembang, Ipda Dofan membenarkan adanya laporan tersebut.

“Kini pelapor sedang diperiksa di unit Reskrim untuk tindaklanjut laporannya,” singkatnya.

Diberitakan sebelumnya, Jumat (31/8/2018) Beni Murdani kuasa hukum dari ‘SS’ dan korban ‘MR’ mengatakan, kecelakaan itu bermula saat korban ‘MR’ adik dari ‘SS’ mengendarai mobil bersama temannya berkunjung ke tempat hiburan karaoke. Kemudian saat ‘MR’ hendak pulang ke rumah, tiba-tiba ‘A’ mengetok kaca jendela mobil.

“Karena antara ‘MR’ dan oknum anggota Brimob Polda Sumsel berinisial ‘A’ ini sudah lama berteman. Hingga korban memperbolehkan ‘A’ masuk ke dalam mobil, namun saat di dalam mobil keduanya terlibat cekcok mulut. Sebab, diduga ‘A’ ini suka dan selalu mengejar ngejar ‘MR’,” katanya.

Masih diungkapkannya, karena saat itu ‘MR’ hendak pulang ke rumah lalu korban menjalankan mobil. Sepanjang perjalanan, ‘A’ yang duduk di samping korban masih terlibat cekcok mulut.

“Karena cekcok mulut antara ‘A’ dan korban ini terjadi sejak mereka berada di parkiran tempat karaoke. Hingga saat itu ada teman korban yang lainnya melihat sehingga membawa mobil membuntuti mobil ‘MR’ dari belakang. Ini dilakukan, karena temannya takut terjadi apa-apa terhadap korban. Kemudian saat di depan hotel di kawasan Jalan Rajawali, saat itulah korban menghentikan mobil karena mau mengakhiri cekcok mulut dengan ‘A’ dan ketika itulah, mobil teman korban yang membuntuti tadi mendekat,” ungkapnya.

Baca Juga :   Keterlibatan Sopir Taksi dalam Praktek Prostitusi Masih Didalami

Lanjutnya, melihat ada teman korban keluar dari mobil lantas ‘A’ diduga mengeluarkan senjata api dan menembak ke atas. Kemudian ‘A’ diduga mengancam korban dengan menempelkan senjata api ke perut korban agar korban kembali menjalankan mobil.

“Karena korban dibawah ancaman makanya saat mobil yang dikendarai ‘MR’ melintasi Jalan Bangau, korban tertekan dan hilang kendali. Akibatnya, mobil menghantam tiga warung yang ada di jalan tersebut. Bahkan dari kejadian ini, MR dan temannya seorang perampuan yang juga ada di mobil masih dirawat di rumah sakit lantaran mengalami luka yang cukup serius. Dari kejadian inilah, kami mendampingi korban melaporkan ‘A’ ke Bid Propam Polda Sumsel,” tandasnya.

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara sebelumnya mengatakan, oknum anggota kepolisian Brimob Polda Sumsel berinisial ‘A’ tersebut telah diperiksa oleh Bid Propam Polda Sumsel.

“Bahkan senjata api dinas ‘A’ sudah saya tarik. Jadi, saat ini kami sedang memproses laporan korban dengan penyelidikan,” kata Kapolda.

Masih dikatakan Kapolda, berdasarkan laporan dari korban diduga sebelum kecelakaan terjadi ‘A’ menodongkan senjata api kepada korban, yang saat itu korban sedang mengemudikan mobil.

“Korban ini seorang wanita, karena korban ditodong senjata api sehingga hilang kendali saat mengemudikan mobil. Akibatnya, mobil tersebut menabrak sejumlah warung yang ada di lokasi kejadian.

Sementara dari hasil pemeriksaan ‘A’, oknum polisi ini mengaku jika dia akan dikeroyok. Namun itu aneh bagi saya, masak mau dikeroyok orang, kok wanita yang disuruh nyetir mobil. Dari itu saat ini kami sedang memproses kode etik kepolisian untuk ‘A’. Sedangkan untuk pidananya, nanti kita lihat dari hasil pemeriksaan Bid Propam Polda Sumsel,” tandas Kapolda. (den/ded)







Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Jenazah Laki-laki Ditemukan Mengapung di Sungai Musi, Kaki Terikat Rantai

Palembang, KoranSN Kaki kanan dirantai menggunakan gembok dan dikaitkan karung berisi batu, sesosok jenazah laki-laki …

error: Content is protected !!