Nama Kecamatan Kuto Gawang Masih Dipermasalahkan

kantor walikota palembangPalembang, KoranSN

Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang saat ini telah secara resmi memiliki dua kecamatan baru yakni Kecamatan Jakabaring dan Kecamatan Kuto Gawang. Sehingga kecamatan yang ada di Palembang saat ini berjumlah 18 kecamatan. Namun, kisruh terkait nama salah satu kecamatan yang baru yakni Kecamatan Kuto Gawang masih diributkan oleh beberapa pihak.

Dalam hal ini, Wakil Ketua DPRD Kota Palembang, Adiansyah mengatakan, pihaknya tetap menetapkan nama Kuto Gawang untuk kecamatan tersebut. Pasalnya, seluruh proses dan tahapan yang panjang telah dijalankan dalam menetapkan nama tersebut.

“Setelah proses yang panjang, kenapa baru ada sanggahan setelah beberapa proses kita lakukan. Kalaupun ada pihak tertentu yang keberatan tentu mereka harus punya argumentasi yang kuat, terkait alasan penolakan tersebut,” tegasnya, saat diwawancarai di Hotel Santika, Selasa (4/10/2016).

Adi menjelaskan, pihaknya tidak mungkin mengubah seluruh peraturan daerah (Perda) yang telah di buat dalam pemekaran kecamatan tersebut.

Baca Juga :   Sampah Bercampur Genangan Air Menumpuk di Jalan Protokol

“Kami mengambil nama Kuto Gawang juga sebelumnya sudah ada kajian dan juga merupakan usulan dari masyarakat. Karena dalam pemecahan kecamatan, kita memiliki buku aturan yang dijadikan acuan,” jelasnya.

Menurut Adi, ini hanya persoalan nama, dimana jika ada masalah untuk hal tersebut seharusnya dibahas dari awal. “Sebelumnya kan sudah ada dua opsi yang diajukan, yakni nama Kuto Gawang atau Ilir Timur (IT) 3,” imbuhnya

Ditempat yang sama, Sekretaris Daerah (Sekda) Palembang, Harobin Mustofa menjelaskan, usulan dari masyarakat untuk nama pemekaran dari kecamatan IT 2 antara Kuto Gawang dan IT 3.

“Intinya diantara dua opsi tersebut. Kalau nama Kuto Batu sendiri sudah jadi kelurahan. Keputusan untuk nama kecamatan itu kita serahkan kepihak dewan. Nanti akan kita adakan kembali rapat koordinasi denagn pihak dewan kota,” katanya.

Baca Juga :   Dodi Reza Terus Tingkatkan Fasilitas RSUD Sekayu

Harobin menambahkan, pihak pemerintah menginginkan nama kecamatan yang diajukan masyarakat harus berhubungan dengan sejarah, tapi ternyata ynag dipilih saat ini tidak disetujui.

“Yang jelas, Perda pemekaran ini sudah diajukan ke Gubernur dan masih menunggu koreksi,” ujarnya.

Untuk SDM di dua kecamatan yang baru itu, menurut Harobin, pihaknya juga akan segera menyiapkannya.

“Bukan hanya Camat tapi jabatan lain juga bakal dipersiapkan, untuk jabatan Camat haruslah dipilih yang memang sudah berpengalaman di bidang pemerintahan dan minimal golongan 3D,” tandasnya. (tya)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Anton Wijaya

Avatar

Lihat Juga

Alumni Fahum UIN Raden Patah Palembang Harus Gali Potensi Diri

Palembang, KoranSN Alumni Fakultas Adab dan Humaniora (Fahum) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.